Pamekasan – Siaranmadura – Duka mendalam menyelimuti keluarga besar jemaah haji Kabupaten Pamekasan. Seorang jemaah asal Dusun Bu’tana, Desa Banyupelle, Kecamatan Palengaan, bernama Muhammad Muntaha, dilaporkan meninggal dunia di Tanah Suci menjelang jadwal kepulangannya ke Indonesia, Jum’at (12/06/26).
Kabar wafatnya Muhammad Muntaha dibenarkan oleh Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Pamekasan, Abdul Halim. Berdasarkan informasi yang diterimanya, almarhum sempat mengalami gangguan kesehatan selama menjalankan rangkaian ibadah haji sebelum akhirnya meninggal dunia pada Selasa (09/06)
“Almarhum merupakan jemaah yang berangkat melalui KBIHU Assyarifain dan tergabung dalam Kloter 76,” ujar Abdul Halim saat dikonfirmasi.
Meski demikian, pihaknya belum memperoleh informasi rinci mengenai penyakit yang diderita almarhum maupun lamanya menjalani perawatan selama berada di Arab Saudi.
“Untuk detail penyakit maupun berapa lama beliau sakit, kami belum mendapatkan informasi secara lengkap,” katanya.
Atas nama pemerintah serta penyelenggara ibadah haji, Abdul Halim menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan. Ia berharap almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT serta seluruh amal ibadahnya selama hidup diterima.
“Kami turut berduka cita atas wafatnya Bapak Muhammad Muntaha. Semoga almarhum husnul khatimah, diampuni segala dosanya, diterima amal ibadahnya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” tuturnya.
Lebih lanjut, Abdul Halim mengingatkan seluruh jemaah haji, khususnya yang berasal dari Pamekasan, agar senantiasa menjaga kondisi kesehatan selama berada di Tanah Suci. Menurutnya, cuaca yang cukup ekstrem dan padatnya aktivitas ibadah memerlukan perhatian serius terhadap kesehatan fisik.
Ia berharap seluruh jemaah yang masih menjalani proses ibadah maupun menunggu jadwal kepulangan dapat tetap sehat sehingga dapat kembali ke tanah air dan berkumpul bersama keluarga dalam keadaan selamat.
“Kami mengimbau seluruh jemaah untuk menjaga pola makan, istirahat yang cukup, dan mengikuti arahan petugas kesehatan agar seluruh rangkaian ibadah dapat diselesaikan dengan baik hingga kembali ke Indonesia,” pungkasnya.
Penulis : Fiki











