Beranda / Peristiwa / Belasan Tahun Diabaikan, Warga Bujur Tengah Terpaksa Bangun Jalan Sendiri

Belasan Tahun Diabaikan, Warga Bujur Tengah Terpaksa Bangun Jalan Sendiri

PAMEKASAN, SiaranMadura.com – Warga Desa Bujur Tengah, Dusun Montor Tengah, Kecamatan Batumarmar, Kabupaten Pamekasan, kompak memperbaiki jalan poros desa yang rusak parah dan berlumpur selama bertahun-tahun. Perbaikan dilakukan secara swadaya lantaran belum mendapat perhatian dari pemerintah setempat.

Kegiatan gotong royong tersebut dilaksanakan pada Sabtu malam (21/2/2026), usai salat tarawih. Warga bahu-membahu mengumpulkan dana dan tenaga untuk memperbaiki sebagian ruas jalan yang dinilai sangat vital bagi aktivitas masyarakat.

Jalan tersebut merupakan akses penghubung tiga jalur utama, yakni jalur Dusun Muntor Laok A, Dusun Muntor Laok B, serta jalur poros menuju Dusun Mandala. Kondisinya yang rusak dan berlumpur saat musim hujan kerap menyulitkan mobilitas warga.

Sudarmo, salah satu tokoh masyarakat Dusun Montor Tengah, mengatakan inisiatif tersebut berawal dari keresahan warga atas ketidakpastian perbaikan dari pemerintah.

“Karena belum ada kepastian kapan jalan ini diperbaiki, kami berembuk bersama masyarakat dan berkolaborasi dengan kalangan pemuda untuk memperbaiki akses ini secara swadaya,” ujarnya.

Menurut Sudarmo, kondisi jalan sangat berpengaruh terhadap aktivitas masyarakat, terutama di sektor perekonomian, pendidikan, dan kesehatan.

“Kami berharap ada perhatian khusus dari pemerintah desa maupun pemerintah kabupaten. Jalan ini sangat penting. Jika dibiarkan dan ada warga yang sakit parah saat musim hujan, kami khawatir tidak tertolong karena kondisi jalan yang berlumpur,” tuturnya.

Ia menjelaskan, panjang jalan yang rusak mencapai sekitar 1.000 meter. Namun, melalui dana swadaya, warga baru mampu memperbaiki sekitar 50 meter dengan menggunakan paving untuk menekan biaya.

“Perbaikan ini akan dilakukan secara bertahap sesuai ketersediaan dana,” tegasnya.

Sementara itu, perwakilan pemuda setempat, Syarif Habibullah, menilai kondisi tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah desa maupun pemerintah kabupaten agar lebih memprioritaskan kepentingan masyarakat pedesaan.

“Ini menjadi PR bagi pemdes dan pemkab untuk benar-benar memprioritaskan kepentingan rakyat kecil. Kami mengambil langkah ini karena sudah lama menunggu. Setiap hari kami harus ekstra hati-hati saat mengantar ibu ke pasar atau mengantar keponakan ke sekolah ketika hujan turun,” ungkapnya.

Bibul, sapaan akrab Syarif Habibullah, menambahkan bahwa dana yang terkumpul masih terbatas. Pihaknya masih berupaya mencari tambahan dana melalui donasi dan bantuan dari berbagai pihak.

“Kami masih kekurangan dana dan terus berusaha mencari bantuan agar perbaikan bisa berlanjut,” tandasnya.

Penulis : Jun

Tag:

Satu Komentar

  • Mohon maaf,
    Dan Alhamdulillah atas izin Allah subhanahu wataala
    Masyarakat bujur tengah bagian kampung montor tengah telah memperbaiki jalan utama walaupun itu hanya sebatas swadaya masyarakatnya telah berjalan lancar semoga para masyarakatnya dan sekitarnya di berikan kesehatan dan morah rezekinya aamiin yaa robbal aalaamiin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *