PAMEKASAN – SiaranMadura – Dugaan perselingkuhan yang melibatkan seorang oknum Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Pamekasan tengah menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat. Ironisnya, baik oknum kepala sekolah maupun oknum guru SD yang diduga menjadi selingkuhannya diketahui sama-sama telah memiliki keluarga, Senin (02/03/26).
Informasi yang dihimpun menyebutkan, dugaan hubungan tidak wajar tersebut mencuat setelah seorang wali siswa melihat unggahan status berupa foto di aplikasi WhatsApp milik oknum PLT Kepsek. Unggahan itu kemudian menyebar dan menjadi bahan pembicaraan di lingkungan sekolah.
Menanggapi hal tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pamekasan melalui Kepala Bidang Sekolah Dasar, Taufiqurrahman, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan terkait dugaan tersebut.
“Informasi itu sudah kami terima. Yang bersangkutan sama-sama sudah memiliki keluarga. Kami tentu sudah melakukan klarifikasi dan pendalaman terlebih dahulu,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Menurutnya, hasil sementara dari klarifikasi menunjukkan bahwa bukti dugaan perselingkuhan tersebut masih bersifat minor. Setelah dilakukan penelusuran terhadap story WhatsApp yang beredar, pihaknya belum menemukan indikasi kuat yang secara jelas mengarah pada perselingkuhan.
“Setelah muncul bukti berupa story WhatsApp dan kami dalami lebih jauh, tidak ditemukan indikasi yang secara jelas mengarah pada perselingkuhan. Itulah hasil yang kami temukan sejauh ini,” terangnya.
Taufiqurrahman mengaku telah meminta keterangan dari pihak-pihak yang bersangkutan. Dari sisi etika, menurutnya, hal tersebut tetap menjadi perhatian serius. Namun berdasarkan pernyataan dari pihak laki-laki, ia membantah adanya hubungan terlarang dan menyebut saat kejadian istrinya memang tidak berada di tempat. Motif maupun konteks lebih lanjut masih terus didalami oleh pihak Disdikbud.
“Kami mengimbau seluruh guru, khususnya di Kabupaten Pamekasan, untuk bijak dalam menggunakan media digital,” pungkasnya.
Sementara itu, salah seorang wali siswa yang enggan disebutkan namanya mengaku terkejut melihat unggahan tersebut. Ia menilai, jika benar terjadi pelanggaran norma, tindakan itu tidak hanya mencoreng nama baik pribadi, tetapi juga institusi pendidikan tempat yang bersangkutan mengajar.
“Guru itu digugu dan ditiru. Kalau sampai melakukan perbuatan yang melanggar norma agama dan sosial, tentu sangat disayangkan,” ujarnya.
Wali siswa tersebut juga meminta agar Disdikbud menangani persoalan ini secara profesional dan transparan. Ia berharap tidak ada kesan menutup-nutupi atau langsung menyimpulkan bahwa foto yang beredar merupakan hasil editan tanpa pendalaman menyeluruh.
Hingga berita ini diterbitkan, siaranmadura.com telah berupaya mengonfirmasi kepada oknum PLT Kepsek SDN yang bersangkutan. Namun, yang bersangkutan tidak berada di tempat dan saat dihubungi melalui aplikasi pesan hingga tiga kali belum memberikan respons.
Masyarakat pun berharap persoalan ini dapat diselesaikan secara terbuka dan objektif demi menjaga marwah dunia pendidikan di Kabupaten Pamekasan.
Penulis : Fiki











2 Komentar
Astgfirullah kelakuan guru kok seperti ini, pencemaran status guru ini klo ginii di biarin beredar tanpa adanya konsekuensinya 😒
Karna klo tabi’at suka selingkuh ya gak akan kapokk kecuali Pecattt
Astgfirullah kelakuan guru kok seperti ini, pencemaran status guru ini klo ginii di biarin bebas tanpa adanya konsekuensinya 😒
Karna klo tabi’at suka selingkuh ya gak akan kapokk kecuali Pecattt