Pamekasan — SiaranMadura – Pelayanan Unit BRI Pakong dikeluhkan sejumlah warga, khususnya terkait pembuatan tabungan Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang dinilai tidak profesional dan membingungkan terkesan ribet.
Syarif Salah satu Wali murid penerima KIP mengaku kesulitan karena persyaratan yang tidak disampaikan secara jelas dan kerap berubah-ubah. Ada sebagain wali murid yang tidak bawa kartu pelajar/kartu KIP bisa membuat buku tabungan dan ada juga yang bisa. Akibatnya, masyarakat harus bolak-balik ke bank hanya untuk melengkapi berkas yang sebelumnya tidak diinformasikan, indikasi permainan regulasi.
Keluhan ini muncul dalam beberapa waktu terakhir saat proses pembukaan rekening KIP di Unit BRI Pakong, Kabupaten Pamekasan.
Menurutnya, pelayanan tersebut justru mempersulit penerima bantuan pendidikan yang seharusnya mendapat kemudahan.
Syarif mengaku bingung karena persyaratan sering berubah, informasi antar petugas tidak sama, bahkan ada yang diminta melengkapi dokumen tambahan yang sebelumnya tidak pernah disosialisasikan. Kondisi ini menimbulkan kesan pelayanan yang tidak profesional dan tidak berpihak pada penerima bantuan.
“Proses yang seharusnya memudahkan siswa penerima KIP justru menjadi berbelit. Warga harus bolak-balik ke bank, mengeluarkan biaya tambahan, serta membuang waktu hanya untuk mengurus rekening bantuan pendidikan yang sejatinya diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu,”ujarnya. Selasa (27/01/26)
Syarif berharap BRI Cabang Pamekasan dan manajemen pusat segera melakukan evaluasi terhadap kinerja Unit BRI Pakong. Mereka menuntut kejelasan aturan, transparansi prosedur, dan peningkatan kualitas pelayanan, agar program KIP benar-benar dirasakan manfaatnya oleh siswa dan orang tua.
“Ini bantuan pendidikan, bukan kredit bank. Harusnya dipermudah, bukan dipersulit,” keluh salah satu wali murid.
“Pihak BRI Unit Pakong Melalui Satpamnya hanya menjelasakan ini aturannya,” tutupnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Unit BRI Pakong belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan tersebut.
Penulis : Fiki










