Pamekasan – SiaranMadura – Sepanjang tahun 2025, sebanyak 2.326 keluarga penerima manfaat dari Program Keluarga Harapan (PKH) sudah naik kelas atau telah masuk graduasi dari program bantuan sosial (bansos) pemerintah.
Ketua Tim Kabupaten (Katimkab) Program Keluarga Harapan (PKH) Pamekasan, Lukman Hakim, mengatakan bahwa ada ribuan penerima manfaat yang telah berhasil dilakukan graduasi di tahun lalu.
Proses graduasi tersebut dilakukan dengan proses pengajuan melalui Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PPSE) kepada pemerintah pusat, atau atas permintaan KPM sendiri untuk keluar dari bantuan PKH. Permintaan itu dilakukan karena merasa tidak layak dapat Bansos PKH, sehingga minta di Graduasi Mandiri.
“Yang telah berhasil kami lakukan graduasi sebanyak 2.326 penerima manfaat. Semuanya sudah naik kelas,” katanya, Jum’at (30/1/2026).
Jumlah tersebut, lanjut Lukman dibagi menjadi dua kategori, yaitu sebanyak 1.846 masuk dalam daftar KPM potensial graduasi petugas PKH, sementara 480 KPM atas permintaan KPM sendiri untuk graduasi Mandiri.
Dari total graduasi itu, Dinsos Pamekasan mengaku bahwa jumlah tersebut telah melampaui target graduasi sepanjang tahun 2025, yakni sebanyak 1.850 KPM yang telah ditetapkan pemerintah.
“Jumlah itu sudah sesuai dengan target pemerintah bahkan lebih, karena dari total 189 pendamping PKH di Pamekasan, setiap pendamping punya target 10 KPM yang harus di graduasi setiap tahunnya,”tambahnya.
Lukman menegaskan, bagi ribuan KPM yang tercatat dalam daftar graduasi tersebut, pihaknya rutin melakukan pemantauan terhadap perkembangan pertumbuhan Mereke, diantaranya berkaitan dengan ekonomi.
Selain itu, dalam rangka menjaga kestabilan KPM yang graduasi, pemerintah juga memberikan bantuan modal usaha. Harapannya, perekonomian Mereke tetap berjalan efektif.
“Anggaran itu ada dua, dari pusat Rp5 juta, dan dari provinsi Jawa Timur Rp1.5 juta,”pungkasnya.
Penulis : Fiki










