PAMEKASAN, Siaranmadura.com – Warga Dusun Montor Tengah, Desa Bujur Tengah, Kecamatan Batumarmar, Kabupaten Pamekasan, kembali melakukan kerja swadaya untuk membangun jalan desa yang telah belasan tahun tidak mendapat perhatian dari pemerintah.
Pekerjaan pembangunan jalan tersebut sempat terhenti pada pertengahan bulan Ramadan akibat keterbatasan dana. Kini masyarakat setempat kembali bahu-membahu memperbaiki jalan poros utama yang menghubungkan tiga dusun, yakni Dusun Montor Laok A, Dusun Montor Laok B, dan Dusun Mandala. Jalan tersebut merupakan akses utama penghubung bagi warga di ketiga dusun tersebut.
Ketua panitia pembangunan infrastruktur jalan desa, Syarif Habibullah, menyampaikan bahwa pembangunan jalan tersebut dapat kembali dilanjutkan setelah sempat terhenti karena kekurangan dana.
“Alhamdulillah pembangunan jalan ini dapat dilanjutkan kembali setelah sebelumnya sempat terhenti karena kekurangan dana,” ujar Syarif, Jumat (27/3/2026).

Ia menambahkan, hingga saat ini warga baru mampu menyelesaikan proses pemasangan paving sepanjang 300 meter, sementara kebutuhan keseluruhan jalan diperkirakan mencapai sekitar 1.000 meter.
“Untuk saat ini kami bersama warga baru menyelesaikan pemasangan paving sekitar 300 meter, sedangkan kebutuhan totalnya mencapai 1.000 meter,” ucapnya.
Lebih lanjut, Syarif mengatakan bahwa sejak awal pembangunan jalan tersebut belum ada bantuan resmi dari pemerintah desa maupun pemerintah daerah. Seluruh pekerjaan dilakukan murni melalui hasil patungan masyarakat.
“Sejak awal pembangunan ini belum ada perhatian dari pemerintah desa maupun pemerintah daerah. Semua murni dari hasil patungan warga. Memang ada bantuan dari anggota DPRD secara pribadi, tetapi jumlahnya tidak seberapa,” ujarnya dengan nada kecewa.
Hal senada juga disampaikan oleh salah satu warga yang mengaku kecewa dengan lambannya perhatian pemerintah terhadap kondisi jalan tersebut.
“Kalau kami hanya menunggu, mungkin sampai anak cucu kami pun jalan ini tetap hancur,” ungkap salah seorang warga.
Sementara itu, salah satu tokoh masyarakat setempat, Sudarmo, berharap pemerintah dapat segera memberikan perhatian terhadap kondisi jalan tersebut. Menurutnya, jalan tersebut merupakan akses utama yang sangat penting bagi kelangsungan aktivitas ekonomi warga serta kelancaran akses pendidikan.
Aksi gotong royong warga ini menjadi gambaran nyata semangat kebersamaan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan infrastruktur dasar. Di sisi lain, kondisi tersebut juga memunculkan pertanyaan di kalangan masyarakat terkait perhatian pemerintah terhadap pembangunan desa.
Fenomena ini menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai alokasi anggaran pembangunan desa serta sejauh mana perhatian pemerintah terhadap kebutuhan infrastruktur dasar masyarakat.
Penulis : Jun











