Beranda / Peristiwa / Ketua Satgas MBG Pamekasan Angkat Bicara soal Bos Dapur yang Viral Sawer Pedangdut

Ketua Satgas MBG Pamekasan Angkat Bicara soal Bos Dapur yang Viral Sawer Pedangdut

PAMEKASAN, Siaranmadura.com – Aksi seorang bos dapur program MBG di Pamekasan yang menyawer pedangdut saat sebuah acara hiburan viral di media sosial dan memicu beragam tanggapan publik.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Satgas MBG Pamekasan yang juga Wakil Bupati Sukriyanto akhirnya angkat bicara. Ia menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan urusan pribadi dan tidak berkaitan dengan pelaksanaan program MBG.

Aksi yang menjadi sorotan itu diketahui terjadi saat acara hiburan yang menghadirkan penyanyi dangdut Valen Akbar di Gedung Bakorwil Pamekasan pada Rabu malam (25/3/2026).

Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat YD yang disebut sebagai bos dapur MBG ikut berjoget di depan panggung sambil menyawer penyanyi. Bahkan dalam beberapa momen ia tampak menghamburkan uang dan menggesekkan uang tersebut kepada sang pedangdut. Video itu kemudian cepat menyebar dan menjadi perbincangan warganet.

Menanggapi hal itu, Sukriyanto menilai bahwa tindakan tersebut tidak bisa dikaitkan dengan jabatannya dalam program MBG selama tidak ada pelanggaran dalam pelaksanaan program tersebut.

“Kalau itu persoalan pribadi, terserah dia lah. Saya tidak berani berkomentar terkait kehidupan pribadi seseorang,” ujar Sukriyanto saat dikonfirmasi, Sabtu (28/3/2026).

Ia menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada aturan dalam program MBG yang dapat dijadikan dasar untuk memberikan sanksi terhadap tindakan tersebut.

“Terkecuali kalau ada permasalahan di MBG-nya, misalnya terkait pengelolaan dapur atau pelaksanaan program, baru saya berani bersikap,” tambahnya.

Sementara itu, YD juga telah memberikan klarifikasi atas video yang viral tersebut. Ia menyatakan bahwa aksinya menyawer pedangdut murni merupakan bentuk spontanitas untuk hiburan dan tidak ada kaitannya dengan program MBG yang dijalankannya.

YD menegaskan bahwa kehadirannya di acara tersebut merupakan kegiatan pribadi dan tidak membawa nama program ataupun lembaga yang berkaitan dengan pekerjaannya.

Meski demikian, video tersebut tetap menuai berbagai komentar dari warganet di media sosial. Sebagian menilai hal itu sebagai hiburan biasa, sementara yang lain mempertanyakan etika seorang pengelola program publik yang tampil dalam aksi tersebut.

Penulis: Jun

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *