Pamekasan – Siaranmadura – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa Kabupaten Pamekasan menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) dengan semangat memperkuat konsolidasi hingga ke akar rumput. Menariknya, Muscab kali ini mengusung tema kearifan lokal “Kobung” yang sarat makna filosofis sebagai simbol persatuan dan ruang solusi.
Ketua DPC PKB Pamekasan, KH. Ali Wafa, menjelaskan bahwa “Kobung” merupakan bagian penting dalam tradisi masyarakat Madura, khususnya dalam konsep hunian Tanean Lanjhang. Dalam tradisi tersebut, Kobung menjadi pusat sakral yang berada di sisi barat dan berfungsi sebagai tempat bermusyawarah serta menyelesaikan berbagai persoalan keluarga.
“Kobung merupakan sentral rujukan bagi keluarga besar. Di sanalah segala masalah dirumuskan dan konflik diselesaikan,” ujar KH. Ali Wafa dalam sambutannya, Minggu (05/04/26).
Ia menegaskan, filosofi Kobung sengaja diangkat agar PKB tidak hanya hadir sebagai partai politik semata, tetapi juga menjadi ruang solusi bagi masyarakat. Menurutnya, peran tersebut selaras dengan fungsi Kobung dalam kehidupan masyarakat Madura yang menjunjung tinggi musyawarah dan kebersamaan.

Muscab tersebut turut dihadiri Wakil Ketua DPP PKB Cucun Ahmad Syamsurijal, jajaran DPP, Ketua DPW PKB Jawa Timur, para kiai, masyayikh, serta kader dari tingkat PAC hingga ranting. Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk mengevaluasi kinerja partai sekaligus merumuskan arah kebijakan ke depan.
Dalam sambutannya, Cucun Ahmad Syamsurijal menekankan pentingnya kader PKB untuk adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi. Ia menyebut, transformasi digital harus dimanfaatkan sebagai sarana penguatan kader di tengah dinamika media sosial yang semakin cepat.
“Kita harus mengikuti perkembangan teknologi tanpa meninggalkan jejak perjuangan dan akar nilai-nilai partai,” tegasnya.
Ia juga menambahkan, langkah tersebut menjadi bagian dari strategi PKB untuk meningkatkan posisi politik dari papan menengah menuju papan atas dalam kontestasi nasional mendatang.
Tak hanya membahas internal partai, Cucun turut menyinggung kontribusi PKB Pamekasan dalam ranah hukum nasional. Ia menyebut filosofi Kobung telah menginspirasi pendekatan dalam penyusunan hukum, khususnya penguatan konsep Restorative Justice di Indonesia.
“Semangat penyelesaian masalah secara kekeluargaan dalam filosofi Kobung diadopsi sebagai dasar memperkuat praktik restorative justice,” ungkapnya.
Kegiatan Muscab ditutup dengan doa bersama, memohon keberkahan agar seluruh keputusan yang dihasilkan mendapat rida Tuhan serta mampu melanjutkan amanah perjuangan para pendiri PKB dalam menjaga nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah demi kemaslahatan umat.
Penulis : Fiki











