Pamekasan – Siaranmadura – Maraknya peredaran video asusila yang diduga melibatkan kalangan pelajar mendapat sorotan serius dari Ketua Komisi IV DPRD Pamekasan, Halili Yasin. Ia menegaskan bahwa fenomena tersebut menjadi alarm keras bagi dunia pendidikan, sekaligus cerminan lemahnya penguatan nilai moral dan keagamaan di tengah generasi muda.
Menurutnya, lembaga pendidikan sejatinya tidak hanya berfungsi sebagai tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai wadah pembentukan karakter dan akhlak peserta didik. Ia menilai, tujuan utama pendidikan adalah mencetak pribadi yang bermoral dan berakhlak, bukan semata-mata mengejar kecerdasan intelektual.
“Lembaga pendidikan itu seharusnya mampu melahirkan pribadi-pribadi yang bermoral dan berakhlak. Itu tujuan utama pendidikan. Kecerdasan bukan yang paling utama,” ujarnya kepada siaranmadura.com, Selasa (21/04/26).
Ia menekankan pentingnya keteladanan dari para pendidik dalam membentuk karakter siswa. menurutnya, guru tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai figur yang harus memberi contoh baik dalam kehidupan sehari-hari.
“Keteladanan dari para pendidik sangat dibutuhkan, selain itu, pemberian nilai-nilai moral dan keagamaan harus dikedepankan, jangan hanya terpaku pada pengajaran ilmu umum agar anak menjadi pintar dan berwawasan, tetapi melupakan pembentukan akhlak,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa lemahnya penguatan nilai moral dapat menjadi pintu masuk munculnya perilaku menyimpang di kalangan pelajar. Bahkan, ia menyebut dampaknya akan jauh lebih buruk jika tindakan tidak pantas justru melibatkan tenaga pendidik.
“Kalau sampai dilakukan oleh guru atau pendidik, dampaknya sangat buruk bagi masyarakat. Ini harus menjadi perhatian serius,” imbuhnya.
Ketua Komisi IV tersebut, menegaskan, tanggung jawab dalam mendidik anak tidak hanya berada di pundak sekolah. Peran orang tua dan masyarakat dinilai sama pentingnya dalam membentuk karakter generasi muda.
Ia mengutip konsep dalam pendidikan keluarga bahwa rumah adalah sekolah pertama bagi anak. Oleh karena itu, orang tua memiliki peran utama dalam menanamkan nilai-nilai agama, akhlak, dan moral sejak dini.
“Pendidikan itu tidak hanya tugas guru, tetapi juga orang tua dan masyarakat. Di rumah, orang tua harus menjadi yang pertama menanamkan nilai-nilai agama dan akhlak. Masyarakat juga harus ikut memberikan pengawasan dan pembinaan,” jelasnya.
Halili berharap seluruh elemen, mulai dari sekolah, keluarga, hingga lingkungan sosial, dapat bersinergi dalam menjaga moralitas generasi muda. Menurutnya, hal tersebut sangat penting mengingat para pelajar saat ini merupakan calon penerus bangsa di masa depan.
“Semua komponen harus memiliki kesadaran dan tanggung jawab bersama untuk menjaga moral dan akhlak anak-anak didik kita. Karena merekalah yang akan menjadi generasi penerus bangsa,” pungkasnya.
Penulis : Fiki











