Beranda / Peristiwa / Dapur SPPG Garuda Jaya Abadi Disorot, Menu MBG Dinilai Tidak Sesuai Standar

Dapur SPPG Garuda Jaya Abadi Disorot, Menu MBG Dinilai Tidak Sesuai Standar

PAMEKASAN – SiaraMadura – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMK Negeri 3 Pamekasan menuai sorotan tajam setelah menu yang disuplai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dapur Garuda Jaya Abadi, Jalan Al-Ghazali, Kelurahan Jungcangcang, dinilai tidak memenuhi standar pemenuhan gizi. Menu tersebut bahkan viral di media sosial dan memicu evaluasi langsung antara pihak sekolah dan pengelola SPPG, Selasa (10/2/2026).

Foto dan video menu MBG dalam bungkusan mika di SMKN 3 Pamekasan, itu pun viral di media sosial (medsos). Dari foto dan video yang beredar di medsos, tampak menu itu berisi, malkis, susu, Roti, hingga jeruk, menu yang disajikan pada Senin (9/2/2026) dan Selasa (10/2/2026).

Ahmad Maulana, Kepala SPPG Dapur Garuda Jaya Abadi, mengungkap alasan penyajian menu berisi Snakc Malkis, Susu, Roti hingga Jeruk di SMKN 3 Pamekasan. Dia mengatakan menu tersebut juga memperhatikan Permintaan dari pihak penanggungjawab MBG SMKN 3 Pamekasan.

“Kami memilih menggunakan menu itu, berdasarkan permintaan dari pihak sana, karena dari penanggungjawab MBG SMKN 3 Pamekasan tidak mau telur, maka dari itu kami menggantikan snakc malkis,” ujarnya, Senin (9/02/26).

Dia menegaskan kalau keringan memang Empat Item diantaranya Susu, Roti, Buah, dan Telur. Karena pihak sana tidak mau telur dengan alasan yang signifikan maka kami ganti dengan snakc malkis. 

“Terkait keluhan Guru maupun siswa mengenai menu MBG tersebut, SPPG  akan mengambil langkah bertemu pihak sekolah, juga mitra untuk mencari jalan keluarnya dan menjadi evaluasi,” pungkasnya.

Pihak SPPG telah mendatangi sekolah untuk melakukan evaluasi menu. Hasilnya, menu pada dua hari tersebut telah disesuaikan dengan permintaan pihak sekolah, sehingga program tetap berjalan dan kerja sama dapat dilanjutkan.

Atiqurrohman guru olahraga SMKN 3 Pamekasan menyampaikan bahwa penyesuaian menu tersebut merupakan hasil komunikasi langsung antara sekolah dan pihak dapur.

“Dari dapur disampaikan ke kami bahwa menu kemarin dan hari ini sudah sesuai dengan permintaan pihak sekolah,” ujarnya. Selasa (10/02/26).

Meski demikian, pihak sekolah tetap memberikan imbauan tegas agar kedepan kualitas menu MBG terus dievaluasi dan tidak berjalan secara stagnan. Hal ini penting agar tujuan utama program, yakni pemenuhan gizi siswa, benar-benar tercapai.

“Saya sebagai guru menyampaikan ke pihak SPPG agar ke depan dilakukan evaluasi secara berkelanjutan. Ini penting supaya program tetap sesuai standar dan tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari,” tegasnya.

Ia menambahkan, dalam pelaksanaan MBG, sekolah tidak mempersoalkan jenis tertentu, seperti telur. Namun, yang menjadi perhatian utama adalah terpenuhinya protein hewani dalam menu harian.

“Kalau telur dianggap kurang cocok karena amis, bisa dicari alternatif lain. Misalnya telur puyuh atau sosis, yang penting nilai gizinya tetap terpenuhi dan menunya tetap terjangkau,” jelasnya.

Menurutnya, masukan tersebut disampaikan sebagai langkah antisipatif agar program MBG tidak hanya berjalan administratif, tetapi juga aman secara kualitas dan pertanggungjawaban anggaran negara.

Pihak sekolah berharap evaluasi yang dilakukan saat ini menjadi pijakan untuk perbaikan berkelanjutan, sehingga program MBG benar-benar memberikan manfaat optimal bagi siswa SMKN 3 Pamekasan.

Penulis : Fiki

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *