Pamekasan – Siaranmadura – Upaya meningkatkan konsumsi ikan di tengah masyarakat terus digencarkan Dinas Perikanan (Diskan) Pamekasan. Pada tahun 2026, instansi tersebut menargetkan kenaikan produksi olahan hasil perikanan sebesar 2,5 persen dibanding capaian tahun sebelumnya, Rabu (29/04/26).
Analis Pasar Hasil Perikanan Diskan Pamekasan, Sri Lusia Susanti, menyampaikan bahwa target tersebut menjadi bagian dari strategi mendorong pola konsumsi masyarakat yang lebih sehat sekaligus memperkuat sektor ekonomi berbasis perikanan.
Berdasarkan data, produksi olahan ikan pada 2025 mencapai 7.247.059 kilogram. Sementara pada 2026, Diskan menargetkan produksi meningkat menjadi 7.404.783 kilogram, atau bertambah sekitar 157 ribu kilogram.
“Target kenaikan sekitar 2,5 persen ini menjadi langkah konkret untuk mendorong konsumsi ikan di masyarakat,” ujarnya.
Untuk merealisasikan target tersebut, Diskan menyiapkan sejumlah strategi, mulai dari sosialisasi gemar makan ikan, pembinaan pelaku usaha, hingga pelatihan pengolahan ikan yang dilakukan bekerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Selain itu, dukungan sarana produksi juga menjadi perhatian. Diskan berupaya menyalurkan bantuan alat pengolahan kepada masyarakat. Namun, keterbatasan anggaran daerah menjadi tantangan tersendiri, sehingga pihaknya mengajukan bantuan ke Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
“Kami tetap berupaya memberikan dukungan, termasuk melalui pengajuan bantuan ke provinsi karena anggaran daerah terbatas,” jelasnya.
Di Pamekasan sendiri, terdapat beragam jenis usaha olahan ikan yang berkembang, seperti ikan pindang, ikan asin, ikan kering, lorjuk goreng, kerupuk ikan, hingga olahan berbahan dasar ikan lainnya. Produk ikan pindang dan ikan asin masih menjadi yang paling dominan.
Ke depan, Diskan berharap produk olahan ikan lokal dapat masuk ke rantai pasok dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Langkah ini dinilai tidak hanya mampu meningkatkan konsumsi ikan, tetapi juga membuka pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha lokal.
“Harapannya olahan ikan bisa menjadi menu rutin di SPPG, sehingga manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat dan pelaku usaha,” pungkasnya.
Penulis : Fiki











