PAMEKASAN, siaranmadura.com – Semangat berbagi dan kepedulian sosial mewarnai peringatan 10 Muharram 1448 Hijriah di Desa Pagendingan, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Kolaboratif (KKN-K) Universitas Madura (UNIRA) dan Universitas Negeri Malang (UM) berkolaborasi dengan Yayasan Cahaya Umat menggelar santunan bagi puluhan anak yatim di Balai Desa Pagendingan, Kamis (25/6/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Desa Pagendingan Rahmawati, pengurus Yayasan Cahaya Umat, mahasiswa KKN Kolaboratif UM–UNIRA, tokoh masyarakat, serta puluhan anak yatim yang menerima santunan.
Perwakilan Yayasan Cahaya Umat, Agil, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia mengucapkan terima kasih kepada Koordinator KKN Kolaboratif yang telah mengajak Yayasan Cahaya Umat untuk berkolaborasi, serta kepada Pemerintah Desa Pagendingan yang telah memfasilitasi pelaksanaan kegiatan.
Agil menjelaskan, Yayasan Cahaya Umat merupakan lembaga sosial yang bergerak di bidang kemanusiaan. Selain program santunan anak yatim, yayasan tersebut juga memiliki layanan kesehatan gratis bagi masyarakat kurang mampu.
“Awal berdirinya Cahaya Umat berangkat dari kepedulian terhadap masyarakat yang sakit tetapi tidak memiliki biaya berobat. Karena itu kami hadir memberikan pelayanan kesehatan secara gratis. Setiap sore kami melayani sekitar 20 pasien, mulai dari pendaftaran, pemeriksaan dokter, pemberian obat, hingga pemeriksaan laboratorium apabila diperlukan, semuanya tanpa dipungut biaya,” jelas Agil.
Ia berharap kegiatan santunan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata, melainkan menjadi awal dari kolaborasi yang berkelanjutan antara mahasiswa KKN dan Yayasan Cahaya Umat dalam membantu menyelesaikan berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat.
Menurutnya, mahasiswa KKN yang masih menjalankan pengabdian di Desa Pagendingan diharapkan dapat menjadi penghubung apabila menemukan warga kurang mampu yang membutuhkan bantuan kesehatan agar dapat diarahkan ke Yayasan Cahaya Umat untuk memperoleh pelayanan secara gratis.
Sementara itu, Koordinator Desa (Kordes) KKN Universitas Madura, Novianto, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Yayasan Cahaya Umat atas dukungan yang diberikan kepada mahasiswa selama menjalankan program pengabdian di Desa Pagendingan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Cahaya Umat yang telah menerima kami sebagai mitra kolaborasi. Dukungan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat. Ke depan, mahasiswa diharapkan dapat menjadi jembatan antara masyarakat dengan Yayasan Cahaya Umat dalam berbagai program sosial dan kesehatan,” ujarnya.

Menurut Novianto, kolaborasi tersebut menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa KKN Universitas Madura dan Universitas Negeri Malang dalam mengimplementasikan nilai-nilai pengabdian kepada masyarakat secara nyata.
Kepala Desa Pagendingan, Rahmawati, turut mengapresiasi sinergi yang terjalin antara mahasiswa KKN dan Yayasan Cahaya Umat. Menurutnya, kegiatan santunan anak yatim yang dilaksanakan bertepatan dengan momentum 10 Muharram merupakan bentuk kepedulian sosial yang patut dipertahankan sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan dan kebersamaan di tengah masyarakat.
Senada dengan itu, Koordinator Desa KKN Universitas Negeri Malang, Ramdhan, mengatakan bahwa kegiatan tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan pengabdian kepada masyarakat melalui kolaborasi dengan pemerintah desa dan lembaga sosial.
Menurutnya, sinergi yang terbangun tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat, tetapi juga menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam memahami kebutuhan dan persoalan yang dihadapi warga secara langsung.
Melalui kegiatan santunan anak yatim tersebut, seluruh pihak berharap kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan Yayasan Cahaya Umat dapat terus berlanjut sehingga mampu menghadirkan berbagai program sosial, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat yang memberikan manfaat lebih luas bagi warga Desa Pagendingan.
Penulis: AJ











