Pamekasan – Siaranmadura – Seorang aspirator bernama Suhairi kembali mendatangi kantor DPRD Pamekasan bersama sejumlah masyarakat untuk menggelar aksi demonstrasi terkait perkembangan pengaduan usulan pemakzulan Bupati Pamekasan, Kamis (30/04/26).
Kedatangan Suhairi dan massa bertujuan mempertanyakan tindak lanjut atas surat pengaduan yang sebelumnya telah mereka layangkan secara resmi kepada DPRD. Dalam tuntutannya, mereka meminta kejelasan proses dan sikap lembaga legislatif terhadap usulan pemakzulan tersebut.
Namun, rencana aksi demonstrasi tersebut akhirnya ditunda setelah mendapat respons dari Sekertaris Dewan (Sekwan) Pamekasan. Pihaknya memilih memfasilitasi aspirasi tersebut melalui forum audiensi yang dinilai lebih kondusif dan komunikatif.
Suhairi mengaku menghargai keputusan Sekwan yang memilih jalur audiensi. Menurutnya, dialog merupakan bagian penting dalam menyampaikan aspirasi secara lebih terarah dan substansial. Meski begitu, ia menegaskan bahwa kehadiran dirinya bersama masyarakat bukan sekadar simbolis, melainkan bentuk keseriusan dalam mengawal proses yang telah berjalan.
“Kami datang untuk menanyakan perkembangan dari laporan yang sudah kami ajukan. Ini bentuk keseriusan kami bersama masyarakat agar ada kejelasan dan transparansi,” ujarnya.
Ia juga menambahkan, apabila dalam waktu dekat tidak ada kejelasan, pihaknya akan kembali menggelar aksi dengan jumlah massa yang lebih besar.
“Jika bulan Mei tetap tidak ada kejelasan maka kami akan datang dengan masa lebih banyak dan akan segel kantor DPRD Kabupaten Pamekasan,” pungkasnya.
Perkembangan selanjutnya terkait usulan pemakzulan Bupati Pamekasan kini menjadi perhatian publik. Masyarakat menanti langkah konkret DPRD dalam menyikapi aspirasi tersebut, sekaligus menguji sejauh mana komitmen lembaga legislatif dalam menjalankan fungsi pengawasan dan representasi rakyat.
Penulis : Fiki











