Beranda / Pamekasan / Data Sakernas 2025 Jadi Acuan, BPS Akui Kontribusi MBG Belum Teridentifikasi

Data Sakernas 2025 Jadi Acuan, BPS Akui Kontribusi MBG Belum Teridentifikasi

Pamekasan – Siaranmadura – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Pamekasan, Parsad Barkah Pamungkas, menyampaikan bahwa hingga saat ini pihaknya belum dapat mengidentifikasi secara spesifik kontribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terhadap penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Pamekasan.

Hal tersebut disampaikan berdasarkan data ketenagakerjaan yang bersumber dari Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2025, yang merupakan survei berbasis sampel rumah tangga berskala makro.

“Data ketenagakerjaan yang kami miliki berasal dari Sakernas Agustus 2025. Untuk publikasi tingkat kabupaten/kota, penyerapan tenaga kerja hanya dapat disajikan dalam tiga sektor besar, yakni pertanian, manufaktur, dan jasa, karena keterbatasan cakupan sampel,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dengan keterbatasan tersebut, program spesifik seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak dapat diidentifikasi secara terpisah dalam data resmi BPS.

Berdasarkan hasil Sakernas, total penduduk bekerja di Pamekasan pada Agustus 2025 tercatat sebanyak 543.357 orang. Angka ini mengalami peningkatan sekitar 11.995 orang dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Dari jumlah tersebut, sektor jasa tercatat menyerap 170.276 tenaga kerja atau sekitar 31,34 persen dari total pekerja. Sektor ini juga mengalami kenaikan sebesar 1,55 persen poin dibandingkan tahun sebelumnya.

Parsad menuturkan, jika dilihat dari jenis pekerjaan dalam program MBG seperti juru masak, pengelola dapur SPPG, hingga tenaga distribusi, maka secara klasifikasi pekerjaan tersebut kemungkinan besar masuk dalam sektor jasa, khususnya sub-kategori penyediaan makan dan minum.

“Namun demikian, sub-kategori tersebut tidak dapat dipisahkan secara rinci dari keseluruhan data sektor jasa yang ada,” jelasnya.

Sebagai gambaran skala program, berdasarkan data dari Badan Gizi Nasional (BGN), terdapat sekitar 126 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi di Pamekasan. Jumlah tersebut cukup signifikan jika dibandingkan dengan total 3.681 unit SPPG di seluruh Jawa Timur yang tersebar di 38 kabupaten/kota.

Dengan demikian, Pamekasan menyumbang sekitar 3,4 persen dari total unit SPPG di tingkat provinsi.
Meski demikian, Parsad menegaskan bahwa struktur ketenagakerjaan di Pamekasan hingga saat ini masih didominasi oleh sektor pertanian. Tercatat, sektor ini menyerap sekitar 54,83 persen tenaga kerja atau lebih dari separuh total penduduk bekerja.

“Kondisi ini menunjukkan bahwa sektor pertanian masih menjadi tulang punggung utama perekonomian daerah,” tambahnya.

Menurutnya, belum tersedia data yang secara spesifik mengaitkan program MBG dengan penyerapan tenaga kerja, peningkatan pada sektor jasa yang tercatat dalam Sakernas serta keberadaan ratusan unit SPPG di Pamekasan dinilai menjadi indikasi adanya penambahan lapangan kerja baru.

“Potensi tersebut sangat mungkin berkaitan dengan bergulirnya program MBG, meskipun belum dapat diukur secara langsung dalam data statistik yang kami miliki,” pungkas Parsad.

Penulis : Fiki

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *