PAMEKASAN – Siaranmadura – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pamekasan, Supriyanto, membeberkan kondisi riil di lapangan terkait pengelolaan limbah dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi Satuan Tugas Percepatan Program MBG, yang menyoroti kesiapan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Dalam paparannya, Supriyanto mengungkapkan bahwa dari total 128 dapur SPPG yang terdata, baru 62 yang telah melalui proses survei. Dari jumlah tersebut, hanya 17 dapur yang telah memiliki IPAL, sementara 45 lainnya belum dilengkapi fasilitas pengolahan limbah tersebut.
“SPPG sejumlah 128, yang sudah disurvei 62. Total yang ber-IPAL 17, yang belum ber-IPAL 45. Sementara yang belum disurvei masih 66,” jelasnya, Jum’at (24/04/26).

Tak hanya itu, pihaknya juga menemukan persoalan lain terkait pengelolaan sampah. Supriyanto menegaskan bahwa masih banyak dapur MBG yang belum menjalin kerja sama dengan TPS3R (Tempat Pengolahan Sampah – Reduce, Reuse, Recycle) dalam hal pengelolaan sampah.
Padahal, kata dia, pada tahun 2025 lalu pihak DLH telah memberikan rekomendasi kepada pengelola dapur MBG agar menggandeng TPS3R guna memastikan pengelolaan limbah dan sampah berjalan sesuai standar lingkungan.
“Di tahun 2025 kemarin kami sudah sampaikan rekomendasi terkait pengelolaan limbah atau sampah, agar bekerjasama dengan TPS3R. Namun sampai saat ini masih banyak yang belum melaksanakan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Supriyanto juga menyoroti kondisi IPAL yang sudah tersedia di beberapa dapur, namun dinilai belum mampu menampung volume limbah yang dihasilkan.
“Kami masih menemukan beberapa dapur MBG yang IPAL-nya sudah ada, tetapi tidak cukup menampung banyaknya debit limbah yang dihasilkan,” imbuhnya.
Ia menegaskan, persoalan ini perlu segera menjadi perhatian serius semua pihak, mengingat program MBG menyangkut kepentingan masyarakat luas. Jika tidak dikelola dengan baik, limbah yang dihasilkan berpotensi menimbulkan dampak lingkungan dan kesehatan.
DLH Pamekasan pun mendorong agar seluruh pengelola dapur SPPG segera memenuhi standar pengelolaan limbah, baik dengan penyediaan IPAL yang memadai maupun kerja sama pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Upaya ini dinilai penting agar program MBG tidak hanya sukses dari sisi pemenuhan gizi, tetapi juga ramah lingkungan.
Penulis : Fiki











