PAMEKASAN – Siaranmadura – Polemik penerbangan balon udara raksasa yang diduga dibuat oleh kelompok “Marbol Group” di Desa Plakpak terus menuai reaksi keras dari berbagai pihak. Kali ini, Forum Kota (Forkot) secara terbuka menyatakan dukungannya kepada Polres Pamekasan untuk segera mengambil langkah tegas terhadap pihak yang terlibat.
Ketua Forkot, Syamsul Arifin yang akrab disapa Gerard, menegaskan bahwa kasus balon raksasa tersebut tidak boleh dianggap sepele. Ia menilai, peristiwa itu justru menunjukkan adanya kelalaian dalam pengawasan, mengingat sebelumnya Kapolres telah secara tegas mengeluarkan imbauan larangan terhadap aktivitas yang berpotensi membahayakan masyarakat, seperti petasan dan balon udara berukuran besar.
“Forkot mendukung penuh Kapolres untuk menindaklanjuti kasus ini secara serius. Kita tahu sebelumnya sudah ada peringatan keras terkait larangan mercon dan balon raksasa karena sangat membahayakan masyarakat. Tapi faktanya, balon sebesar itu bisa dibuat dan diterbangkan. Ini jelas menjadi catatan bahwa pengawasan masih kecolongan,” tegas Gerard.
Menurutnya, kejadian tersebut seharusnya menjadi pelajaran penting, terlebih sebelumnya insiden balon udara di wilayah Proppo sempat menimbulkan korban dan berujung pada proses hukum terhadap pelakunya. Ia khawatir jika kasus “Marbol Group” dibiarkan tanpa tindakan tegas, maka bukan tidak mungkin akan muncul kelompok-kelompok lain yang melakukan hal serupa.
“Kalau ini dibiarkan tanpa ketegasan hukum, jangan kaget kalau nanti bermunculan lagi ‘Marbol-Marbol Group’ yang lain. Ini bukan sekadar permainan, tapi potensi bahaya nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Forkot juga menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam dalam mengawal persoalan tersebut. Dalam waktu dekat, organisasi tersebut berencana melayangkan surat resmi kepada Kapolres Pamekasan sebagai bentuk tekanan moral agar penanganan kasus balon raksasa itu dilakukan secara serius dan transparan.
“Forkot akan terus mengawal kasus ini. Bahkan minggu depan kami akan mengirimkan surat resmi sekaligus mempersiapkan langkah aksi agar Kapolres benar-benar menindaklanjuti kasus pembuatan balon raksasa ini,” kata Gerard.
Ia menambahkan, penegakan hukum yang tegas sangat penting untuk memberikan efek jera sekaligus memastikan keselamatan masyarakat tidak dipertaruhkan oleh aksi-aksi yang hanya mengatasnamakan hiburan.
“Ini bukan sekadar soal balon udara. Ini soal keselamatan publik dan wibawa hukum. Kalau aturan sudah dibuat tapi tidak ditegakkan, maka yang terjadi adalah pembangkangan massal,” pungkasnya.
Penulis ; Fiki











