Beranda / Peristiwa / FORMATUR ‘Bongkar’ Dugaan Ternak Pita Cukai di Depan Bea Cukai Madura: Sebut Nama PR, Ultimatum 2×24 Jam atau Mundur!

FORMATUR ‘Bongkar’ Dugaan Ternak Pita Cukai di Depan Bea Cukai Madura: Sebut Nama PR, Ultimatum 2×24 Jam atau Mundur!

PAMEKASAN, Siaranmadura.com – Aksi demonstrasi Forum Mahasiswa Pantura (FORMATUR) di depan Kantor Bea Cukai Madura, Rabu (15/4/2026), berlangsung panas. Di tengah orasi, massa secara terbuka membongkar dugaan praktik “ternak pita cukai” yang disebut melibatkan puluhan perusahaan rokok (PR) di Madura.

Dalam aksinya, massa menyebut bahwa dugaan tersebut merupakan hasil kajian lapangan yang telah mereka lakukan. Bahkan, di hadapan publik, sejumlah nama perusahaan rokok disebutkan secara langsung oleh orator.

“Kami menemukan adanya dugaan pembelian pita cukai secara ilegal yang kemudian disalahgunakan. Ini bukan asumsi, ini hasil kajian kami,” teriak orator dari atas mobil komando.

Sejumlah PR yang disebutkan dalam aksi itu di antaranya berada di wilayah Kabupaten Sumenep, seperti PR Mulya Indah, PR Agung Damar, PR Artha Jaya, PR Supernova, PR Alfian Rabbani, hingga beberapa perusahaan lainnya.

Massa menilai, praktik tersebut bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Cukai, karena diduga terjadi penyalahgunaan pita cukai yang tidak sesuai peruntukannya.

Tak hanya membeberkan dugaan, FORMATUR juga langsung melontarkan tuntutan di lokasi aksi. Mereka mendesak Bea Cukai Madura untuk segera turun tangan melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap perusahaan-perusahaan yang disebutkan.

Bahkan, massa memberi tenggat waktu tegas selama 2×24 jam.

“Kalau memang tidak ada yang ditutup-tutupi, ayo sidak sekarang. Kami siap dampingi,” tegas orator.

Selain itu, FORMATUR juga menuntut agar pabrik rokok yang terbukti melakukan praktik tersebut ditutup secara permanen. Mereka juga meminta dilakukan audit pajak, khususnya terkait Pajak Penghasilan (PPh) dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN), dengan melibatkan instansi terkait.

Aksi semakin memanas saat massa melontarkan ultimatum terbuka kepada Bea Cukai Madura. Jika tidak ada langkah konkret dalam waktu yang ditentukan, mereka meminta Kepala Bea Cukai Madura untuk mundur dari jabatannya.

“Kalau tidak berani bertindak, lebih baik mundur!” teriak massa secara serentak.

Hingga aksi berlangsung, belum terlihat adanya langkah konkret dari pihak Bea Cukai Madura untuk menindaklanjuti tuntutan tersebut. Massa pun menegaskan akan terus mengawal persoalan ini hingga ada tindakan nyata di lapangan.

Penulis : Fiki

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *