Beranda / Pamekasan / Jelang Kemarau, Basri Desak Pemerintah Serius Atur Tata Niaga Garam

Jelang Kemarau, Basri Desak Pemerintah Serius Atur Tata Niaga Garam

Pamekasan — Siaranmadura – Ketua Tani Merdeka, Basri, mengingatkan pemerintah agar tidak abai menjelang musim kemarau yang akan segera tiba. Ia menegaskan bahwa masa produksi garam merupakan momen krusial bagi petani, sehingga membutuhkan perhatian serius, terutama dalam hal tata niaga dan kepastian harga.

Menurutnya, kemarau yang sudah di depan mata menjadi tanda dimulainya aktivitas penggarapan garam oleh para petani. Namun, ia menilai hingga saat ini masih ada kekhawatiran di kalangan petani terkait pemasaran hasil panen mereka.

“Penggarapan garam yang akan dilakukan oleh petani tentu menjadi atensi bagi pemerintah dan para pengusaha garam, agar supaya masyarakat tidak bingung dalam menjual hasil panennya nanti setelah panen,” ujarnya, Rabu (15/04/26).

Ia menekankan bahwa persoalan klasik yang kerap dihadapi petani garam bukan hanya soal produksi, tetapi juga distribusi dan harga jual yang sering tidak stabil. Kondisi ini, kata dia, berpotensi merugikan petani jika tidak ada intervensi yang jelas dari pemerintah.

Basri juga mendesak pemerintah untuk mempertegas sistem tata niaga garam nasional agar lebih berpihak kepada petani. Salah satu poin penting yang disorot adalah penetapan harga pembelian yang layak dan menguntungkan petani.

“Pemerintah juga harus mempertegas tata niaga garam agar berpihak pada petani, terutama pada angka pembelian,” tegasnya.

Ia berharap ada regulasi yang mampu menjamin hasil panen petani terserap dengan harga yang pantas, sehingga tidak terjadi praktik permainan harga oleh tengkulak atau pihak tertentu yang merugikan petani.

Lebih lanjut, Basri menilai sinergi antara pemerintah, pengusaha, dan petani sangat diperlukan untuk menciptakan ekosistem pergaraman yang sehat. Dengan demikian, potensi garam lokal dapat dimaksimalkan tanpa harus bergantung pada impor.

“Kalau tata niaganya jelas dan harga berpihak, petani pasti semangat produksi. Ini juga berdampak pada ketahanan garam nasional,” pungkasnya.

Penulis : Fiki

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *