PAMEKASAN, Siaranmadura.com – Mahasiswa KKN Reguler Posko 10 Universitas Islam Negeri (UIN) Madura berkolaborasi dengan Elysia Pamekasan menggelar seminar bertajuk “Menggali Potensi Desa Melalui Inovasi Pengolahan Alpukat Menjadi Puding Alpukat sebagai Produk Unggulan UMKM Desa Tlagah” di Desa Tlagah, Kecamatan Pegantenan, Kabupaten Pamekasan, Sabtu (15/8/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Desa Tlagah beserta perangkat desa, tokoh masyarakat, pelaku UMKM, serta masyarakat. Tim Elysia Pamekasan turut hadir dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk kolaborasi dalam pengembangan potensi lokal.
Seminar menghadirkan Zainullah, M.E., dosen sekaligus pengusaha yang dikenal sebagai Owner Kedai Kak Zain, Owner Rumah Kriyuk, Owner Toko Zain Barokah, serta Konsultan Industrial Entrepreneurship Jawa Timur.
Melalui pengalaman akademik dan bisnisnya, Zainullah memberikan wawasan mengenai pentingnya inovasi, kreativitas, dan keberanian dalam mengembangkan usaha berbasis potensi lokal.
Koordinator Desa KKN Posko 10 UIN Madura, Royhanul Hakim, mengatakan Desa Tlagah memiliki potensi besar, khususnya di sektor pertanian. Menurutnya, alpukat dan durian yang menjadi komoditas unggulan desa memiliki kualitas yang baik dan dapat dikembangkan menjadi berbagai produk bernilai tambah.
“Desa Tlagah memiliki potensi yang besar, terutama dari hasil pertanian seperti alpukat dan durian yang kualitasnya sangat baik. Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk melihat bahwa hasil pertanian tidak hanya bisa dijual sebagai buah segar, tetapi juga dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai jual lebih tinggi, seperti puding alpukat,” ungkap Royhanul Hakim.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan memperkenalkan inovasi pengolahan alpukat menjadi puding, tetapi juga mendorong masyarakat melihat peluang ekonomi dari potensi yang dimiliki desa.
“Kami berharap kegiatan ini dapat membuka wawasan masyarakat untuk lebih berani berinovasi dan mengembangkan potensi desa yang dimiliki,” lanjutnya.
Menurut Royhanul, potensi pertanian yang melimpah tidak akan memberikan dampak ekonomi secara optimal apabila hanya dijual dalam bentuk bahan mentah. Karena itu, diperlukan kreativitas dalam mengolah sumber daya yang tersedia menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan dapat bersaing di pasaran.
Sementara itu, kolaborasi dengan Elysia Pamekasan memberikan perspektif lain dalam pemanfaatan alpukat. Komoditas tersebut tidak hanya diperkenalkan sebagai bahan pangan, tetapi juga memiliki potensi untuk dikembangkan dalam sektor kecantikan dan perawatan kulit.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan peluang pemanfaatan satu komoditas lokal ke dalam berbagai bidang. Alpukat yang selama ini identik dengan produk konsumsi dapat dikembangkan melalui inovasi, baik untuk kebutuhan pangan maupun kecantikan.
Dalam sesi materi, Zainullah menekankan pentingnya kemampuan melihat peluang usaha yang berasal dari lingkungan sekitar. Potensi desa, menurutnya, dapat menjadi kekuatan ekonomi apabila dikembangkan menjadi produk yang memiliki ciri khas dan nilai jual.
Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Sejumlah peserta mengikuti diskusi dan menyampaikan pertanyaan mengenai pengolahan produk, strategi pemasaran, serta peluang pengembangan usaha berbasis alpukat.
Melalui kegiatan tersebut, Mahasiswa KKN Posko 10 UIN Madura berharap masyarakat Desa Tlagah semakin terdorong untuk mengembangkan potensi lokal melalui inovasi. Seminar ini juga diharapkan menjadi langkah awal dalam mengolah hasil pertanian menjadi produk yang memiliki nilai tambah.
Kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, masyarakat, pelaku UMKM, dan Elysia Pamekasan diharapkan dapat membuka peluang pengembangan produk unggulan berbasis potensi lokal Desa Tlagah.
Penulis: Fiki











