Beranda / Pamekasan / Petani Tembakau Keluhkan Harga Bibit Mahal, Minta Perhatian “Sultan Madura”

Petani Tembakau Keluhkan Harga Bibit Mahal, Minta Perhatian “Sultan Madura”

Pamekasan – Siaranmadura – Seorang petani asal Desa Majungan, kecamatan Pademawu, Moh Sahrah, menyampaikan keluhannya terkait tingginya harga bibit tembakau (beltanah bekoh) menjelang musim tanam tahun ini. Ia berharap aspirasinya dapat diteruskan kepada tokoh yang dikenal sebagai “Sultan Madura”, H. Her.

Dalam keterangannya, Moh Sahrah mengungkapkan bahwa harga bibit tembakau saat ini mengalami kenaikan signifikan, yakni berkisar antara Rp60.000 hingga Rp80.000. Kondisi tersebut dinilai cukup memberatkan para petani, terutama dalam tahap awal penanaman.

“Tolong sampaikan ke H. Her, tahun ini beltanah bekoh mahal, harga Rp60.000 sampai Rp80.000. Itu pun belum tentu langsung hidup kalau ditanam,” ujarnya, Sabtu (02/05/26).

Ia menjelaskan, dalam praktiknya, petani tidak hanya membeli bibit sesuai jumlah kebutuhan tanam, tetapi juga harus menyiapkan tambahan bibit sebagai cadangan atau “angselan”. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi bibit yang mati setelah ditanam.

“Biasanya kalau tanam 5000 batang, harus beli sampai 10.000 untuk angselan. Jadi biaya awalnya sangat besar,” imbuhnya.

Dengan kondisi tersebut, Moh Sahrah berharap ada perhatian dari pihak terkait, khususnya dalam hal penentuan harga jual tembakau nantinya agar sebanding dengan biaya produksi yang dikeluarkan petani.

“Saya mohon dengan hormat, nanti harga tembakau juga dimahalkan. Tolong sampaikan pesan ini ke H. Her,” tegasnya.

Keluhan ini mencerminkan keresahan petani tembakau di tingkat bawah yang menghadapi tantangan meningkatnya biaya produksi. Mereka berharap adanya kebijakan atau perhatian dari pihak berpengaruh agar kesejahteraan petani tetap terjaga di tengah fluktuasi harga dan risiko pertanian.

Penulis : Fiki

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *