PAMEKASAN, Siaranmadura.com – Aksi demonstrasi yang digelar oleh forum mahasiswa Pantura secara berjilid terkait kasus pelaksanaan tugas (PLT) dan isu jual beli jabatan di tatanan pemerintahan kabupaten Pamekasan kembali menuai sorotan publik, pasalnya gerakan tersebut menyoroti berkaitan dengan reformasi birokrasi yang ada di pemerintah kab. Pamekasan tentang banyaknya kekosongan jabatan baik eslon II eslon III dan eslon IV yang di pimpin oleh bupati Pamekasan Kholilurrohman.
Hal itu menuai komentar pedas dari seorang akademisi yang bergelar profesor yang dengan kritik tajam berkaitan mental aktivis “jegeh deporrah tibik’ je’ ajegeh deporrah oreng” yang ramai di media sosial
Menanggapi komentar pedas dari guru besar Pamekasan tersebut, Arman aktivis Pamekasan atau yang akrab di panggil Medan 14 mengecam keras atas komentar yang di rasa keluar dari nilai subtansi kritik, dan menyayangkan hal tersebut.
“Saya sangat menyayangkan ketika ada guru besar sekelas profesor merespon kritik dengan kritik yang dinilai tidak paham peta demokrasi negara kita, dan melihat komentarnya saya meragukan title profesornya” ujar Arman Rabu (22/7/26).
Di tempat yang sama ia juga menanggapi kritikan profesor Muhlis dengan mengajak debat untuk berdiskusi berkaitan dengan sistem pemerintahan demokrasi yang ada dinegara kita ini,
“Saya tantang beliau untuk diskusi 24 jam berkaitan dengan pemerintahan dan demokrasi yang ada di Pamekasan” Pungkasnya
Penulis : Jun











