PAMEKASAN – SiaranMadura – Kampus Lima Menara Ilmu, Universitas Islam Madura (UIM) Bettet secara resmi mengirimkan mahasiswa terbaiknya ke Jepang, kembali menunjukkan komitmennya dalam memperluas jejaring internasional dengan menjalin kerja sama bilateral antarnegara. Langkah strategis ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, serta pengembangan sumber daya manusia di lingkungan kampus.
Prosesi serah terima mahasiswa tersebut dipusatkan di kantor Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama Jepang (PCINU Jepang), tepatnya di Komplek Masjid NU Attaqwa Koga Ibaraki. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Ketua PCINU Jepang K. Ach. Ghazali, Ph.D, Ketua Dewan Kemakmuran Masjid K. Ismail, Ketua Lembaga Perekonomian Ust. Yuanas, Rektor UIM, serta disaksikan puluhan jamaah shalat Tarawih.
Mahasiswa tersebut secara resmi diterima oleh Ketua DKM Masjid Indonesia Ueda, Ariesta Kurnia. Serah terima ini menjadi simbol sinergitas antara perguruan tinggi Islam Indonesia dengan komunitas Muslim diaspora di Jepang, sekaligus memperkuat jejaring kolaborasi lintas negara.

Rektor UIM Bettet Pamekasan, Dr. Ahmad, S.Ag., M.Pd., menyampaikan, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada aktivitas Ramadan, tetapi juga pada penguatan pembinaan keislaman, dakwah, serta pemberdayaan komunitas Muslim di wilayah Nagano dan sekitarnya, kerja sama bilateral tersebut menjadi bagian dari visi kampus untuk bertransformasi menjadi perguruan tinggi yang berdaya saing global, Rabu (25/02/2026).
Menurutnya, Kami telah mengirimkan seorang mahasiswa terbaik kami ke Jepang pada Sabtu, 21 Februari lalu, sekitar pukul 18.00 JST, untuk mengabdikan diri selama tiga bulan, kolaborasi lintas negara membuka peluang besar bagi mahasiswa dan dosen dalam hal pertukaran pelajar, program double degree, riset bersama, hingga pengabdian masyarakat berskala internasional.
“Kerja sama ini bukan sekadar penandatanganan nota kesepahaman, tetapi akan ditindaklanjuti dengan program konkret yang memberikan manfaat langsung bagi civitas akademika,” ujarnya.
Achmad menegaskan, program pertukaran mahasiswa menjadi salah satu prioritas, mahasiswa UIM nantinya berkesempatan menempuh studi singkat di kampus mitra, sekaligus memperluas wawasan budaya dan akademik di tingkat global. Dalam kerja sama tersebut, UIM menggandeng sejumlah perguruan tinggi dan lembaga pendidikan dari luar negeri. Fokus utama kolaborasi meliputi penguatan tridharma perguruan tinggi, khususnya pada bidang penelitian dan publikasi ilmiah internasional.
Pengabdian internasional tersebut merupakan wujud komitmen kampus dalam mengimplementasikan tri dharma perguruan tinggi pada level global. Program ini sekaligus menjadi bagian dari penguatan kerja sama pendidikan dan sosial-keagamaan antara Indonesia dan Jepang. Selain menjalankan peran keagamaan dan sosial di lingkungan diaspora Muslim, mahasiswa juga mengikuti pembelajaran intensif bahasa Jepang guna mendukung adaptasi kultural dan peningkatan kapasitas akademik.
“Program ini adalah komitmen kami menghadirkan tri dharma secara global serta memperkuat kolaborasi Indonesia–Jepang. Mahasiswa juga kami bekali pembelajaran bahasa Jepang agar mampu beradaptasi dan berkembang secara kompetitif,” tambahnya.
Ia berharap mampu memperkaya pengalaman akademik, memperluas wawasan internasional, serta membentuk karakter kepemimpinan yang adaptif di tengah masyarakat multikultural, kerja sama bilateral antarnegara tersebut akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan mutu lulusan serta memperkuat posisi UIM sebagai salah satu perguruan tinggi unggulan di Madura.
“Dengan terjalinnya kerja sama ini, UIM Bettet berharap mampu mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki daya saing global dan mampu berkontribusi dalam pembangunan nasional maupun internasional,” pungkasnya.
Penulis : Fiki











