Pamekasan – Siaranmadura – Kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) kembali marak terjadi di Desa Taangoh, Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan. Dalam beberapa waktu terakhir, warga dibuat resah akibat aksi pencurian yang menyasar sepeda motor dan barang berharga lainnya.
Peristiwa terbaru terjadi sekitar lima hari lalu di Dusun Timur. Dalam kejadian tersebut, dua unit sepeda motor jenis Scoopy dan satu unit handphone milik warga dilaporkan hilang. Ironisnya, pelaku juga sempat meninggalkan satu unit sepeda motor jenis Beat di lokasi, yang diduga merupakan kendaraan yang digunakan saat beraksi.
Berdasarkan data yang dihimpun dari pemerintah desa, selama kurun waktu satu tahun terakhir, tercatat sedikitnya lima unit sepeda motor hilang akibat pencurian di wilayah Desa Talangoh. Rinciannya, dua unit Honda Scoopy dan satu unit Honda Vario raib di Dusun Timur, sementara dua unit Honda Vario lainnya hilang di Dusun Tengah.
Kepala Desa Tlangoh, Fatimah, membenarkan maraknya kasus pencurian tersebut. Ia mengungkapkan keprihatinannya atas situasi yang membuat warga merasa tidak aman.
“Baru-baru ini, sekitar lima hari yang lalu, Desa Talangoh kemalingan dua unit sepeda motor Scoopy dan satu handphone di Dusun Timur. Jadi selama satu tahun terakhir sudah lima unit sepeda motor hilang, terdiri dari dua Scoopy dan tiga Vario di dua dusun berbeda,” ujarnya, Rabu (01/04/2026).
Fatimah menambahkan, sepeda motor yang ditinggalkan pelaku saat kejadian terbaru kini telah diamankan oleh pihak kepolisian dan dibawa ke Polres untuk proses penyelidikan lebih lanjut.
“Saat ini motor yang ditinggalkan maling sudah dibawa ke Polres,” imbuhnya.
Menyikapi kondisi tersebut, Fatimah berharap adanya langkah tegas dari aparat kepolisian, baik dari tingkat Polsek Proppo maupun Polres Pamekasan, untuk meningkatkan patroli serta mempercepat pengungkapan kasus.
Pihak Polsek setempat diharapkan dapat lebih intens melakukan penjagaan di wilayah rawan, sementara Polres diminta mengusut jaringan pelaku curanmor yang diduga telah beraksi berulang kali di wilayah tersebut.
Maraknya kasus ini menjadi perhatian serius, mengingat dampaknya tidak hanya merugikan secara materi, tetapi juga menimbulkan rasa takut di tengah masyarakat.
Penulis : Fiki











