Beranda / Pamekasan / Warga Kembang Dua Bangun Jalan Secara Swadaya, Rela Kerja Tanpa Upah Demi Akses yang Lebih Layak

Warga Kembang Dua Bangun Jalan Secara Swadaya, Rela Kerja Tanpa Upah Demi Akses yang Lebih Layak

Pamekasan – Siaranmadura – Semangat gotong royong kembali ditunjukkan warga Dusun Kembang Dua menuju Kembang Satu, Desa Pelengaan Daya, Kecamatan Pelengaan, Kabupaten Pamekasan. Selama hampir 20 hari terakhir, masyarakat bergotong royong memperbaiki jalan rusak secara swadaya tanpa mengandalkan anggaran pemerintah.

Perbaikan jalan tersebut dilakukan setiap hari hingga malam hari. Hingga kini, jalan yang berhasil diperbaiki telah mencapai sekitar 400 meter. Seluruh proses pengerjaan melibatkan puluhan warga yang bekerja secara sukarela tanpa menerima upah.

Salah seorang tokoh masyarakat Kembang Dua, Abd. Rohman, mengatakan aksi swadaya itu lahir dari kepedulian masyarakat yang sudah lama menginginkan akses jalan yang layak. Menurutnya, kondisi jalan selama ini sangat memprihatinkan dan belum pernah mendapatkan perhatian yang memadai.

“Sudah hampir 20 hari kami bekerja setiap siang dan malam. Alhamdulillah sekitar 400 meter jalan sudah berhasil diperbaiki. Semua dilakukan secara gotong royong, para pekerja tidak dibayar karena masyarakat sangat antusias membantu,” ujarnya, Minggu (28/06/26).

Ia mengungkapkan, total anggaran untuk pembangunan jalan sementara sudah mencapai Rp133.100.000. Dengan panjang sekitar 400 meter, biaya pembangunan 2 kilo lebih diperkirakan mencapai sekitar Rp1m 500.

Menurut Abd. Rohman, modal awal sebesar Rp100 juta diperoleh dengan cara menggadaikan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) mobil milik Pengasuh Pondok Pesantren Baitul Ulum Sumber Baru Kembang Dua, KH. Moh. Sofiyullah Maklum.

“Modal awal pembangunan berasal dari Rp100 juta hasil menggadaikan BPKB mobil milik KH. Moh. Sofiyullah Maklum. Beliau rela memberikan jaminan agar pembangunan jalan ini bisa segera dimulai karena melihat kebutuhan masyarakat yang sangat mendesak,” katanya.

Abd. Rohman menambahkan, tingginya partisipasi masyarakat menjadi bukti bahwa warga menginginkan perubahan. Selain menyumbangkan tenaga, sebagian warga juga memberikan bantuan material maupun konsumsi bagi para pekerja.

Di sisi lain, ia menyampaikan kekecewaannya terhadap pemerintah desa. Menurutnya, selama dua periode kepemimpinan kepala desa, ruas jalan tersebut tidak pernah tersentuh program perbaikan.

“Bahkan kepala desa tidak menyumbang satu persen pun dalam pembangunan jalan ini. Selama dua periode kepemimpinan, jalan ini tidak pernah diperbaiki. Karena itu masyarakat akhirnya bergerak sendiri,” ungkapnya.

Meski demikian, warga berharap pembangunan jalan tersebut dapat segera rampung sehingga aktivitas masyarakat, terutama akses pendidikan, pertanian, dan perekonomian, menjadi lebih lancar.

Abd. Rohman juga berharap kepedulian masyarakat ini menjadi perhatian pemerintah daerah agar pembangunan infrastruktur di wilayah pelosok tidak lagi sepenuhnya bergantung pada kemampuan swadaya warga.

“Kami tidak ingin menyalahkan siapa pun. Kami hanya berharap pemerintah melihat perjuangan masyarakat yang rela bergotong royong dan bekerja tanpa upah demi mendapatkan jalan yang layak,” pungkasnya.

Penulis : Jun

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *