PAMEKASAN, SiaranMadura.com – Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Pamekasan menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pamekasan, Jalan Brawijaya Indah Nomor 5, Selasa (22/9/2026).
Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes terhadap narasi dalam Majalah Mimbar Pembangunan Agama (MPA) Edisi No. 105/480/2026/TH.XXXXII yang memuat tulisan mengenai komunisme dan menyebut nama Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dalam konteks organisasi yang dikaitkan dengan Partai Komunis Indonesia (PKI).
Mereka menilai narasi yang dimuat dalam majalah tersebut menimbulkan keresahan karena berkaitan dengan sejarah dan identitas organisasi.
Korlap aksi GMNI Pamekasan, Syuhada’,
mengatakan kedatangan mereka ke Kantor Kemenag Pamekasan merupakan bentuk penyampaian keberatan atas isi Majalah MPA yang diterbitkan di tingkat Kanwil Kemenag Jawa Timur.
“Kami ke sini menggugat pada Kementerian Agama Kabupaten Pamekasan yang merupakan bagian dari turunan Kakanwil Kemenag Jawa Timur atas kegelisahan dan keresahan pada tulisan yang diterbitkan oleh Majalah MPA. Terdapat dalam halaman 28 dan 29 yang memuat bahwa sejarah PKI itu bagian underbow dari kalangan mahasiswa adalah organisasi mahasiswa Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI),” kata Syuhada’.
GMNI Sampaikan Sejumlah Tuntutan
Dalam aksi tersebut, GMNI Pamekasan menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pihak Kemenag. Di antaranya meminta Kanwil Kemenag Jawa Timur dan Kemenag Pamekasan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada publik serta meminta agar Majalah MPA edisi terkait ditarik dan tidak lagi diedarkan.
“Kami GMNI Pamekasan membawa beberapa tuntutan. Pertama, meminta Kanwil Jawa Timur dan Kemenag Pamekasan meminta permohonan maaf secara terbuka. Kedua, kami mendesak agar majalah tersebut, terbitan 105, untuk ditarik dan dihentikan penyebarannya,” ujar Syuhada’.
Ia berharap polemik serupa tidak kembali terjadi, baik terhadap GMNI maupun organisasi lainnya.
“Atas peristiwa ini kami berharap agar tidak terjadi lagi, bukan hanya pada GMNI, melainkan pada organisasi yang lainnya. Karena bagaimanapun, harga mati bagi kita untuk membela organisasi yang kita cintai,” imbuhnya.
Kemenag Pamekasan Beri Klarifikasi
Sementara itu, Kepala Kemenag Pamekasan, Mawardi, menemui massa aksi dan menyampaikan respons terhadap tuntutan yang disampaikan GMNI.
Mawardi mengatakan bahwa pihak Kanwil Kemenag Jawa Timur telah mengambil langkah terkait persoalan tersebut, termasuk menonaktifkan penulis narasi yang dipersoalkan serta menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.
“Kakanwil Jawa Timur sudah menonaktifkan penulis narasi di majalah tersebut dan Kakanwil Jawa Timur sudah meminta permohonan maaf secara terbuka, dan penulisnya juga secara terbuka sudah meminta maaf,” ujar Mawardi.
Mawardi juga menyampaikan permohonan maaf kepada GMNI Pamekasan sekaligus menegaskan bahwa GMNI bukan bagian dari PKI.
Lihat Videonya:
“Saya selaku Kepala Kemenag Pamekasan sekali lagi meminta maaf sebesar-besarnya dan saya tegaskan bahwa GMNI bukan bagian dari PKI. Mengenai majalah tersebut belum kami edarkan karena ada berita tersebut,” pungkasnya.
Penulis: Aj








