FORMatur Geruduk PUPR Pamekasan, Transparansi DAK Sulam Jalan dan Pengelolaan Alat Berat Jadi Sorotan

PAMEKASAN, SiaranMadura.com – Aktivis yang tergabung dalam Forum Mahasiswa Pantura (Formatur) menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pamekasan, jalan Jokotole Pamekasan, Selasa (22/9/2026).

Dalam aksi tersebut, Formatur mendesak transparansi pengelolaan anggaran pemeliharaan dan pekerjaan sulam jalan serta meminta penjelasan mengenai penggunaan alat berat milik Dinas PUPR Pamekasan.

Koordinator lapangan aksi, Mahendra, dalam orasinya menyoroti anggaran kegiatan pemeliharaan dan sulam jalan yang disebut berkaitan dengan pekerjaan di sejumlah wilayah di Kabupaten Pamekasan.

Mahendra meminta adanya keterbukaan mengenai penggunaan dan pertanggungjawaban anggaran pekerjaan tersebut.

“Harus ada transparansi anggaran dan pertanggungjawaban terkait anggaran pemeliharaan jalan dan sulam jalan tersebut yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus pada tahun 2024–2025,” ujar Hendra.

Selain persoalan anggaran, Formatur juga menyoroti keberadaan alat berat yang dimiliki Dinas PUPR Pamekasan, seperti excavator, alat pemadatan tanah, dan dump truck.

Menurut Formatur, alat-alat tersebut merupakan fasilitas pendukung dalam pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur di Kabupaten Pamekasan. Mereka juga meminta adanya penyegaran dalam struktur organisasi di lingkungan Dinas PUPR.

“Kami mendesak pihak PUPR untuk merotasi dalam struktur organisasi PUPR dan transparansi penggunaan serta pengelolaan alat berat,” kata Hendra.

PUPR Beri Klarifikasi Soal DAK

Menanggapi tuntutan tersebut, Sekretaris Dinas PUPR Pamekasan, Fauzi, menemui massa aksi dan memberikan penjelasan mengenai alokasi Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang Bina Marga.

Fauzi menyampaikan bahwa pada tahun anggaran 2024, DAK Bina Marga yang diterima Dinas PUPR Pamekasan sebesar Rp6 miliar. Menurutnya, anggaran tersebut digunakan untuk pekerjaan di wilayah Sana Laok dan dilaksanakan oleh CV Putra Bintang.

“Untuk DAK Bina Marga tahun 2024 mendapatkan alokasi sebesar Rp6 miliar dan dikerjakan di Sana Laok. Untuk pengerjaannya dilakukan oleh CV Putra Bintang. Sedangkan untuk tahun 2025, Dinas PUPR tidak mendapatkan alokasi Dana Alokasi Khusus,” kata Fauzi.

Ia juga menjelaskan bahwa pekerjaan sulam jalan merupakan bagian dari pemeliharaan rutin jalan.

Menurut Fauzi, pekerjaan tersebut dilakukan dengan menempatkan lapisan material lebih tinggi dari konstruksi awal agar mampu menahan beban kendaraan dan memperpanjang ketahanan permukaan jalan, meskipun sifatnya bukan konstruksi jalan dengan umur layanan yang panjang.

“Untuk sulam jalan itu merupakan pemeliharaan secara rutin. Hasilnya memang lebih tinggi dari konstruksi awal agar menahan beban dan lebih awet, meskipun tidak memiliki konstruksi umur lebih lama,” ujar Fauzi.

PUPR Sebut Miliki Enam Alat Berat

Sementara terkait alat berat, Fauzi menyampaikan bahwa Dinas PUPR Pamekasan memiliki enam unit alat berat sebagai inventaris.

Ia mengatakan, seluruh alat tersebut digunakan sesuai regulasi yang berlaku. Dalam kondisi tertentu, alat berat juga dapat digunakan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, termasuk dalam kegiatan gotong royong.

“Alat-alat berat PUPR mempunyai enam, dan untuk operatornya kita memakai yang sudah bersertifikasi dikarenakan berkaitan dengan orang banyak dan risiko yang tinggi,” pungkasnya.

Penulis: Aj

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *