Beranda / Pamekasan / Kemarau Capai Puncak, BPBD Pamekasan Optimistis Panen Tembakau Tahun Ini Berlangsung Lancar

Kemarau Capai Puncak, BPBD Pamekasan Optimistis Panen Tembakau Tahun Ini Berlangsung Lancar

Pamekasan – Siaranmadura – Harapan petani tembakau di Kabupaten Pamekasan untuk menikmati musim panen tanpa gangguan cuaca tahun ini mulai menemukan titik terang. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan memprediksi kondisi cuaca selama musim panen akan relatif bersahabat karena wilayah tersebut tengah memasuki puncak musim kemarau.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Pamekasan, Akhmad Dhofir Rosidi, menyampaikan bahwa hingga saat ini belum ditemukan indikasi cuaca ekstrem berupa hujan berintensitas tinggi yang berpotensi menghambat proses panen maupun penjemuran tembakau.

Prediksi tersebut, kata Dhofir, didasarkan pada hasil pemantauan kondisi cuaca di lapangan serta koordinasi rutin dengan sejumlah instansi terkait yang dilakukan menjelang musim panen tembakau.

“Berdasarkan perkembangan yang kami pantau, sementara ini belum ada indikasi hujan dengan intensitas tinggi yang dapat mengganggu aktivitas panen tembakau. Wilayah kita masih berada pada periode El Nino sehingga kondisi cuaca cenderung kering,” ujarnya, Kamis (06/08/26).

Menurutnya, informasi prakiraan cuaca yang diterima BPBD menunjukkan musim kemarau di Kabupaten Pamekasan masih akan berlangsung dalam beberapa waktu ke depan. Bahkan, saat ini daerah berjuluk Bumi Gerbang Salam tersebut telah memasuki fase puncak kemarau.

BPBD memperkirakan kondisi tersebut akan bertahan hingga sekitar dua bulan ke depan, yakni sepanjang Agustus hingga September 2026. Selama periode tersebut, cuaca diprediksi lebih kering dengan curah hujan yang relatif rendah, sehingga dinilai cukup ideal bagi aktivitas panen dan pengeringan daun tembakau.

“Musim kemarau tahun ini diperkirakan berlangsung lebih panjang dengan kondisi yang lebih kering dibanding biasanya. Ini tentu menjadi peluang yang cukup baik bagi para petani tembakau,” jelasnya.

Meski demikian, Dhofir mengingatkan bahwa prakiraan cuaca tetap bersifat dinamis sehingga masyarakat, khususnya petani tembakau, tidak boleh lengah. Perubahan kondisi atmosfer sewaktu-waktu masih dapat terjadi meskipun peluangnya relatif kecil.

BPBD mengimbau para petani untuk terus mengikuti informasi prakiraan cuaca terbaru sebagai langkah antisipasi apabila terjadi perubahan kondisi di lapangan.

“Kami berharap para petani tetap memantau informasi cuaca secara berkala. Dengan begitu, jika ada perubahan yang tidak diprediksi sebelumnya, mereka dapat segera mengambil langkah antisipatif agar hasil panen tidak terganggu,” pungkasnya.

Penulis : Fiki

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *