Beranda / Pamekasan / 117 SD di Pamekasan Masih Dipimpin Plt, Bupati Kholilurrahman Ultimatum Kadisdik: “Tuntaskan atau Mundur”

117 SD di Pamekasan Masih Dipimpin Plt, Bupati Kholilurrahman Ultimatum Kadisdik: “Tuntaskan atau Mundur”

Pamekasan – Siaranmadura – Persoalan kosongnya jabatan kepala sekolah definitif di Kabupaten Pamekasan akhirnya mendapat sorotan keras dari Bupati Pamekasan, Kholilurrahman. Dalam evaluasi sektor pendidikan pada momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Pringgitan Pendopo Ronggosukowati, Kamis (28/5/2026), bupati secara terbuka mengkritik lambannya penyelesaian jabatan kepala sekolah di tingkat sekolah dasar.

Bupati menyampaikan pemerintah daerah menunjukkan sebanyak 117 sekolah dasar di Pamekasan hingga kini masih dipimpin pelaksana tugas (Plt) kepala sekolah, kondisi itu dinilai mengganggu stabilitas manajemen sekolah dan berdampak terhadap kualitas layanan pendidikan.

Menurutnya, kekosongan kepala sekolah definitif tidak boleh dianggap persoalan biasa karena sekolah membutuhkan kepemimpinan yang kuat, tetap, dan memiliki kewenangan penuh dalam menjalankan program pendidikan.

“Sekolah tidak bisa terlalu lama dipimpin Plt. Harus ada kepala sekolah definitif agar arah pendidikan jelas dan program berjalan maksimal,” tegasnya.

Bupati bahkan memberikan tenggat waktu yang jelas kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Pamekasan.

Ia meminta seluruh proses pengisian kepala sekolah definitif tuntas paling lambat awal tahun 2027.

Ultimatum tersebut menjadi sinyal keras bahwa Pemerintah Kabupaten Pamekasan serius melakukan reformasi tata kelola pendidikan, terutama dalam memperbaiki sistem kepemimpinan di sekolah.

“Awal 2027 semua kekosongan harus selesai, tidak boleh ada lagi alasan,” ujar Kholilurrahman.

Tak berhenti di situ, orang nomor satu di Pamekasan itu juga melontarkan pernyataan yang cukup mengejutkan kepada jajaran Dinas Pendidikan. Ia menegaskan pejabat yang tidak mampu menyelesaikan persoalan tersebut lebih baik mundur dari jabatannya.

“Kalau Kadisdik tidak mampu menyelesaikan ini, silakan mundur,” ucapnya dengan nada tegas.

Pernyataan itu langsung menjadi perhatian para peserta rapat dan dianggap sebagai bentuk ketegasan bupati terhadap persoalan pendidikan yang selama ini dinilai berjalan lamban.

Selain fokus pada pengisian kepala sekolah definitif, Pemkab Pamekasan juga akan memperkuat evaluasi sektor pendidikan melalui rapat koordinasi rutin yang melibatkan Dinas Pendidikan, koordinator wilayah, kepala sekolah, guru, hingga perwakilan siswa.

Langkah itu diharapkan menjadi titik awal pembenahan pendidikan di Kabupaten Pamekasan agar lebih profesional, tertata, dan mampu meningkatkan mutu layanan pendidikan bagi masyarakat.

Penulis : Fiki

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *