Beranda / Pamekasan / Pedagang di Pasar Kolpajung Keluhkan Harga Plastik yang Melonjak Tinggi

Pedagang di Pasar Kolpajung Keluhkan Harga Plastik yang Melonjak Tinggi

PAMEKASAN, Siaranmadura.com – Sejumlah pedagang plastik di Pasar Kolpajung, Jalan Ronggosukowati, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, mengeluhkan lonjakan harga plastik yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Kenaikan harga plastik tersebut berkisar antara Rp4.000 hingga Rp6.000 per pak, tergantung merek dan jenis plastik yang dijual.

Salah satu pedagang plastik di Pasar Kolpajung, Ahmad, mengaku keberatan dengan kenaikan harga yang dinilai cukup tinggi.

“Kenaikan harga plastik ini cukup memberatkan kami sebagai pedagang. Modal semakin besar, sementara keuntungan yang kami dapat justru semakin sedikit,” ujar Ahmad kepada wartawan Siaranmadura.com, Rabu (1/4/2026).

Menurutnya, hampir seluruh jenis plastik mengalami kenaikan harga, mulai dari plastik natural, plastik es batu, plastik polos, hingga plastik yang biasa digunakan sebagai wadah berkat dalam acara hajatan.

“Intinya hampir semua jenis plastik naik. Kami berharap pemerintah dapat menstabilkan kembali harga plastik agar tidak terlalu memberatkan pedagang kecil maupun masyarakat,” tambahnya.

Keluhan serupa juga disampaikan pedagang lainnya di Pasar Kolpajung, Farida. Ia mengaku kenaikan harga plastik yang tidak menentu membuat pedagang kesulitan menentukan harga jual kepada pelanggan.

“Sekarang harganya tidak tetap. Misalnya hari ini saya mengambil barang dengan harga Rp28 ribu dan saya jual Rp30 ribu. Besoknya harga dari distributor sudah naik lagi Rp2 ribu, sehingga saya harus menjual Rp32 ribu. Kondisi ini membuat pembeli juga mengeluh karena dianggap mahal,” ungkap Farida.

Para pedagang berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah untuk menstabilkan harga plastik agar aktivitas perdagangan di pasar tidak terganggu.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Pamekasan, Muharram, saat didatangi di kantornya di Jalan Raya Pamekasan–Sumenep, Serkeser, Buddagan, Kecamatan Pademawu, tidak berada di tempat. Menurut salah satu staf Disperindag, yang bersangkutan sedang keluar kantor.

Upaya konfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp juga belum mendapatkan respons hingga berita ini diterbitkan.

Penulis: Jun

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *