Beranda / Pamekasan / Bulog Madura Pacu Serapan Jagung 400 Ton, Perkuat Ketahanan Pangan Daerah

Bulog Madura Pacu Serapan Jagung 400 Ton, Perkuat Ketahanan Pangan Daerah

PAMEKASAN — Siaranmadura – Perum Bulog Cabang Madura menargetkan penyerapan jagung mencapai 400 ton sepanjang tahun 2026 sebagai bentuk dukungan terhadap program nasional di sektor pangan. Target tersebut menjadi bagian dari langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di wilayah Madura, Rabu (22/04/26).

Pimpinan Perum Bulog Cabang Madura, Ahmad Rofi’i, menjelaskan bahwa target itu sejalan dengan pelaksanaan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pengadaan dan Pengelolaan Jagung Dalam Negeri serta Penyaluran Cadangan Jagung Pemerintah (CJP) periode 2026–2029. Selain itu, program tersebut juga merupakan penugasan langsung dari Badan Pangan Nasional (Bapanas).

“Untuk wilayah Madura, kami menargetkan penyerapan 400 ton jagung sepanjang tahun ini,” ujarnya.

Rofi’i mengungkapkan, pada tahun 2025 lalu Bulog Madura telah berhasil menyerap sekitar 100 ton jagung dari petani yang tersebar di empat kabupaten, yakni Sumenep, Pamekasan, Sampang, dan Bangkalan. Ia menilai, capaian tersebut menunjukkan distribusi produksi jagung yang cukup merata di seluruh wilayah.

“Alhamdulillah, kontribusi dari keempat kabupaten cukup seimbang dalam menyuplai jagung,” jelasnya.

Dengan terbitnya Inpres Nomor 3 Tahun 2026, Bulog Madura kini memiliki landasan hukum yang lebih kuat untuk mengoptimalkan program pengadaan jagung dalam negeri. Hal ini diyakini akan mendorong peningkatan serapan jagung secara signifikan pada tahun 2026.

Guna merealisasikan target tersebut, Rofi’i terus akan memperkuat koordinasi lintas sektor. Sinergi dilakukan dengan para petani, kelompok tani, Petugas Penyuluh Lapangan (PPL), Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, hingga aparat keamanan seperti kepolisian dan TNI.

Ia menegaskan, melalui upaya kolaboratif tersebut, Bulog berharap produksi jagung, khususnya varietas hibrida, dapat terus meningkat. Selain itu, kesejahteraan petani juga diharapkan ikut terdongkrak seiring meningkatnya serapan hasil panen.

“Kami ingin petani semakin sejahtera dan lebih bersemangat dalam mengembangkan budidaya jagung, terutama jagung hibrida,” pungkasnya.

Penulis : Fiki

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *