PAMEKASAN, SiaranMadura.com – Aktivitas penimbunan sungai di sebelah timur RS Muhammad Noer, tepatnya di sisi selatan Hotel Ramayana, Jalan Trunojoyo, Kabupaten Pamekasan, menjadi perhatian publik.
Penimbunan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai peruntukan pekerjaan, termasuk dugaan pembangunan jembatan atau konstruksi lainnya.
Masyarakat juga mengkhawatirkan potensi gangguan aliran air yang dapat meningkatkan risiko genangan atau banjir saat musim hujan apabila pekerjaan tidak diselesaikan sesuai jadwal.
Berdasarkan pantauan di lokasi, tumpukan material berupa pasir dan batu (sirtu) terlihat memenuhi sebagian badan sungai. Pada bagian tersebut terdapat saluran air sementara yang disebut menggunakan u-ditch untuk menjaga aliran air tetap berjalan.
Menanggapi hal itu, Mohammad Arifin selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) RS Muhammad Noer menjelaskan bahwa penimbunan sungai tersebut hanya bersifat sementara.
Menurut Arifin, material timbunan digunakan sebagai pijakan untuk mendukung proses pemasangan pancang dalam pekerjaan konstruksi jembatan. Ia menyebut, di bagian tengah lokasi masih terdapat saluran air yang berfungsi mengalirkan air.
“Sungai yang ditimbun itu sifatnya sementara sebagai pijakan pelaksanaan pemasangan pancang. Nanti kalau sudah selesai semua timbunannya, saluran air akan diperbesar sehingga air berjalan normal,” ujar Arifin, Selasa (22/9/2026).
Saluran Air Akan Diperlebar
Arifin menyampaikan, saluran air sementara yang berada di lokasi saat ini sebenarnya memiliki ukuran yang cukup lebar. Namun, dari sudut pandang tertentu, saluran tersebut tampak lebih kecil.
Ia mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPKOM) serta melaporkan kondisi tersebut kepada kontraktor pelaksana, PT Gentayu, agar saluran air diperlebar sebelum musim hujan.
“Itu kan sekarang ada saluran airnya, namanya u-ditch. Sebetulnya itu lebar, tetapi ketika dilihat dari atas kelihatan kecil. Nanti saya akan berkoordinasi dengan PPKOM dan melaporkan kepada kontraktornya, PT Gentayu, agar diperlebar sebelum hujan turun sebagai langkah antisipasi banjir saat musim hujan,” jelasnya.
Akses Pekerjaan Dipilih dari Arah Barat
Terkait akses keluar-masuk material dan kendaraan proyek, Arifin menjelaskan bahwa jalur dari arah barat dipilih untuk menghindari gangguan terhadap aktivitas lalu lintas di sisi timur.
Menurutnya, akses dari arah timur dikhawatirkan mengganggu pengguna jalan, terlebih pekerjaan pemasangan pancang dilakukan di bagian timur lokasi.
“Apabila jalur masuk dari arah timur, kami khawatir mengganggu aktivitas lalu lintas, juga karena pemasangan pancang berada di sebelah timur. Karena itu, akses digunakan dari arah barat,” katanya.
Ditargetkan Rampung Desember 2026
Lebih lanjut, Arifin menargetkan pekerjaan tersebut selesai pada pertengahan Desember 2026.
Ia menyebut, bentang jembatan ditargetkan selesai pada akhir Oktober 2026. Setelah proses pemasangan dan pekerjaan konstruksi selesai, saluran air di lokasi akan dikembalikan seperti kondisi semula.
“Target kami rampung pertengahan bulan Desember. Akhir Oktober ini bentang jembatan ditargetkan sudah selesai. Kalau bentangnya rampung dan sudah dipasang, saluran air akan dikembalikan seperti semula,” pungkasnya.
Sementara itu, terkait standar operasional prosedur (SOP) teknis pelaksanaan pekerjaan, Arifin menyatakan bahwa hal tersebut merupakan ranah kontraktor pelaksana.
Penulis: Aj









