Beranda / Peristiwa / Dapur MBG di Pengurayan Proppo Disorot, Satgas Pamekasan Siap Sidak dan Tindak Lanjuti Temuan Lingkungan

Dapur MBG di Pengurayan Proppo Disorot, Satgas Pamekasan Siap Sidak dan Tindak Lanjuti Temuan Lingkungan

Pamekasan – Siaranmadura – Setelah menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah lembaga pendidikan menjadi sorotan publik, kini perhatian masyarakat tertuju pada kondisi operasional salah satu dapur MBG yang berlokasi di Dusun Langgar, RT 001 RW 002, Desa Pengurayan, Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan, Minggu (21/06/26).

Dapur MBG milik Thowilus Shidqi tersebut diketahui melayani sekitar 2.984 penerima manfaat dengan jumlah tenaga kerja mencapai 50 orang. Dalam operasionalnya, dapur tersebut menggunakan kebutuhan air sekitar 10.000 liter per hari dan konsumsi gas LPG sekitar 50 tabung untuk menunjang proses produksi makanan.

Berdasarkan informasi yang beredar, dapur tersebut telah mengantongi izin operasional sejak 24 November 2025 dan memiliki fasilitas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Namun, sejumlah aspek teknis pengelolaan limbah diduga belum memenuhi standar yang semestinya.

Beberapa temuan yang menjadi perhatian antara lain sistem pengolahan limbah yang belum menerapkan metode aerob dan anaerob secara optimal, belum jelasnya pemasangan grease trap atau perangkap lemak sebelum limbah masuk ke IPAL, serta belum adanya bukti uji kualitas air limbah yang dilakukan melalui laboratorium terakreditasi.

Kondisi tersebut dinilai perlu mendapat perhatian serius mengingat skala operasional dapur yang cukup besar dan berpotensi menghasilkan limbah dalam jumlah signifikan setiap harinya.

Menanggapi laporan tersebut, Ketua Satgas MBG Kabupaten Pamekasan, Sukriyanto, menyatakan siap melakukan pengecekan langsung ke lokasi untuk memastikan kondisi sebenarnya di lapangan.

“Inshaallah hari Senin ayo sidak bersama,” ujar Sukriyanto saat dimintai tanggapan terkait temuan tersebut.

Menurutnya, Satgas MBG tidak akan menutup mata terhadap berbagai laporan yang masuk dari masyarakat. Setiap temuan yang berkaitan dengan standar operasional, sanitasi, keamanan pangan maupun pengelolaan lingkungan akan ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.

Ia menegaskan bahwa program MBG harus dijalankan secara profesional, tidak hanya memperhatikan kualitas makanan yang disajikan kepada penerima manfaat, tetapi juga memastikan seluruh aspek pendukung, termasuk pengelolaan limbah, memenuhi standar kesehatan dan lingkungan.

Rencana inspeksi mendadak (sidak) yang akan dilakukan pada Senin mendatang diharapkan dapat memberikan kejelasan terhadap berbagai temuan tersebut. Apabila ditemukan pelanggaran atau ketidaksesuaian dengan regulasi yang berlaku, Satgas MBG akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan pembinaan maupun tindakan lanjutan.

Penulis : Fiki

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *