Pamekasan – Siaranmadura – Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Pamekasan terus mendorong kemandirian masyarakat penerima bantuan sosial. Sepanjang Januari hingga April 2026, sebanyak 330 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) tercatat mulai memasuki proses graduasi atau keluar dari kepesertaan bansos PKH, Rabu (13/05/26).
Koordinator Kabupaten (Korkab) PKH Pamekasan, Lukman Hakim, menjelaskan bahwa program graduasi merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menciptakan masyarakat yang mandiri secara ekonomi dan tidak bergantung pada bantuan sosial dalam jangka panjang.
“Proses graduasi ini menjadi langkah penting agar masyarakat penerima bantuan mampu bangkit dan mandiri secara ekonomi,” ujarnya.
Dari total 330 KPM yang tengah diproses, sebanyak 300 keluarga mengikuti skema graduasi melalui Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PPSE), sementara 30 KPM lainnya masuk kategori graduasi mandiri.
Meski demikian, Lukman mengakui bahwa pelaksanaan graduasi masih menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam membangun kesadaran masyarakat untuk secara sukarela keluar dari program bantuan sosial.
“Graduasi tidak semudah yang dibayangkan. Kesadaran masyarakat untuk mandiri masih perlu terus ditingkatkan, terlihat dari jumlah graduasi mandiri yang masih relatif rendah,” jelasnya.
Untuk mengatasi hal tersebut, PKH Pamekasan terus melakukan berbagai pendekatan, mulai dari kegiatan Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) hingga pendampingan dan komunikasi secara personal kepada para penerima manfaat.
Menurut Lukman, edukasi tersebut penting agar masyarakat memahami bahwa bantuan sosial hanya bersifat sementara, sedangkan kemandirian ekonomi akan memberikan manfaat jangka panjang bagi keluarga.
“Tujuan utama program ini adalah bansos sementara, tetapi masyarakat bisa berdaya selamanya,” tambahnya.
PKH Pamekasan sendiri menargetkan sebanyak 3.500 KPM dapat berhasil graduasi sepanjang tahun 2026. Target tersebut diharapkan tercapai melalui peningkatan kesadaran, perubahan pola pikir, serta tumbuhnya semangat mandiri di tengah masyarakat penerima bantuan.
Penulis : Fiki











