Pamekasan – siaranmadura.com – Menjelang musim tanam tembakau Madura, sejumlah petani di Kabupaten Pamekasan mengeluhkan harga bibit tembakau yang mengalami kenaikan. Kondisi tersebut mendapat tanggapan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Pamekasan, Selasa (19/05/26).
Saat dikonfirmasi di kantor DKPP Pamekasan di Jalan Tabrani No. 1, Kelurahan Bugih, Kecamatan Pamekasan, Senin (18/5/2026), Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DKPP Pamekasan, Gandi, tidak berada di tempat karena menghadiri rapat di Gedung DPRD Pamekasan.
Melalui staf administrasi, Nuriman, pihak DKPP menyampaikan bahwa pemerintah daerah memang tidak menganggarkan pengadaan bibit tembakau bagi petani pada tahun ini.
“Kami memang tidak menganggarkan bibit tembakau. Karena kalau dianggarkan lalu tidak diminati atau tidak cocok dengan kebutuhan masyarakat, nanti justru kami yang disalahkan,” ujarnya kepada siaranmadura.com.
Menurutnya, petani tembakau di Pamekasan cenderung memilih bibit sesuai kebutuhan dan karakteristik tembakau lokal Madura, khususnya tembakau aromatik khas Pamekasan.
“Masyarakat lebih memilih menanam tembakau asli Madura atau asli Pamekasan yang aromatik. Karena itu, petani cenderung melakukan pembibitan secara mandiri,” tambahnya.
Nuriman juga menjelaskan bahwa kualitas bibit sangat dipengaruhi kondisi cuaca dan proses perawatan. Ia menyebut, pembibitan tembakau membutuhkan perhatian khusus agar hasil yang diperoleh maksimal.
“Kalau bibit kurang bagus dan cuaca masih panas atau musim hujan belum selesai, biasanya petani masih menunggu waktu yang tepat untuk menanam,” jelasnya.
Selain itu, kata dia, proses pembibitan tembakau tidak mudah dan memerlukan perawatan ekstra, terutama bagi petani yang belum memiliki pengalaman dalam budidaya tembakau.
“Petani yang belum memahami cara menanam tembakau tentu perlu dilakukan pembinaan agar hasil tanamnya lebih baik,” pungkasnya.
Penulis: Jun











