Beranda / Pamekasan / Harga Kambing di Pamekasan Diperkirakan Terus Turun hingga Mei, Pedagang dan Peternak Resah

Harga Kambing di Pamekasan Diperkirakan Terus Turun hingga Mei, Pedagang dan Peternak Resah

PAMEKASAN, Siaranmadura.com – Harga kambing di Pamekasan terus mengalami penurunan dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi tersebut dikeluhkan para pedagang dan peternak kambing di Pasar 17 Agustus, Jl. Pintu Gerbang No. 155, Kamis (26/3/2026).

Sebelumnya, harga kambing jenis embe’ kacang berada di kisaran Rp2 juta hingga Rp3 juta per ekor, sedangkan jenis domba berkisar Rp1,5 juta hingga Rp2 juta. Namun saat ini harga ternak tersebut turun cukup drastis sehingga membuat para pedagang dan peternak kesulitan menjual kambingnya.

“Kemungkinan harga akan stabil dan agak tinggi di pertengahan April, tetapi sekalipun naik tidak seberapa karena banyak kambing dari Jawa,” ujar Suyanto, salah satu peternak kambing di Pamekasan.

Suyanto menjelaskan, harga kambing selama satu tahun terakhir memang terbilang lebih murah dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Jika sebelumnya kambing jenis embe’ kacang masih bisa dijual Rp2 juta hingga Rp3 juta per ekor, sedangkan jenis domba Rp1,5 juta hingga Rp2 juta.

“Sekarang kisaran harga kambing jenis embe’ kacang dewasa berkisar Rp1,3 juta sampai Rp1,4 juta. Sementara yang jenis domba dewasa lebih murah, berkisar Rp800 ribu hingga Rp1 jutaan,” jelasnya.

Ia menambahkan, penurunan harga kambing di wilayah Pamekasan salah satunya disebabkan oleh banyaknya pasokan kambing dari luar Madura, terutama dari Pulau Jawa.

“Banyaknya kambing dari luar Madura yang diturunkan ke Madura, khususnya di Pamekasan, membuat harga kambing lokal menurun. Pedagang dari Jawa sekali mengirim jumlahnya banyak karena ternaknya memang banyak, bisa ratusan bahkan ribuan. Sementara kami para peternak kecil paling hanya memelihara puluhan,” tambahnya.

Secara umum, sektor pertanian dan peternakan masih menjadi salah satu penopang utama perekonomian masyarakat di Pamekasan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Kabupaten Pamekasan tahun 2025, ekonomi Kabupaten Pamekasan tumbuh sekitar 5,47 persen. Struktur ekonomi daerah masih didominasi sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan yang menyumbang sekitar 31,87 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) daerah.

Hal tersebut menunjukkan bahwa aktivitas peternakan masyarakat, termasuk usaha ternak kambing, masih memiliki peran penting dalam mendukung perekonomian lokal.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pamekasan, Fathorrohman, saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp belum memberikan respons hingga berita ini diterbitkan.

Penulis : Jun

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *